MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Manajemen PSM Makassar menggelar pertemuan dengan sejumlah legenda klub berjuluk Juku Eja.
Pertemuan tersebut berlangsung di Fireflies Coffee Pattimura, Jalan Pattimura, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan itu hadir Komisaris PSM Makassar Andi Suruji serta Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin.
Sementara dari kalangan legenda PSM hadir Syamsuddin Umar, Toni Ho, dan Sangkala Roa.
Diskusi berlangsung sekitar tiga jam.
Berbagai hal strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari kondisi terkini PSM Makassar, pembinaan sepak bola usia dini melalui akademi, hingga penguatan filosofi bermain klub.
Legenda PSM, Toni Ho, menekankan pentingnya kewaspadaan PSM Makassar dalam menghadapi setiap lawan, termasuk tim-tim yang berada di zona merah klasemen.
“PSM Makassar harus mewaspadai kekuatan tim yang berada di zona merah. Lawan tim papan atas harus tetap hati-hati. Faktor nonteknis sangat berpengaruh,” ujar Toni Ho.
Sementara itu, Syamsuddin Umar menyoroti peran manajer tim dalam menjaga disiplin dan konsistensi performa. Ia meminta Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin untuk bersikap lebih tegas terhadap tim pelatih.
“Ini harus dipertahankan. Manajer harus tegas, jangan terlalu manis,” tegas Syamsuddin Umar.
Syamsuddin Umar juga menguraikan pandangannya mengenai fondasi utama dalam sepak bola. Menurutnya, permainan sepak bola harus ditopang oleh empat komponen penting.
“Sepak bola itu adalah skill individu, taktik, unit, dan strategi bermain. Keempat komponen ini harus dibarengi dengan fisik yang bagus serta desain bermain yang jelas,” jelasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi masukan penting bagi manajemen PSM Makassar dalam menjaga konsistensi prestasi serta membangun masa depan klub yang berkelanjutan. (drw)

