JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat Tionghoa, tetapi juga momentum penting yang sarat makna budaya, spiritual, dan simbolisme.

Tahun ini, Imlek memasuki Tahun Kuda Api, sebuah kombinasi langka dalam kalender Tionghoa yang diyakini membawa energi dinamis, keberanian, serta peluang perubahan besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penanggalan Tionghoa, Tahun Kuda Api atau Bǐng Wǔ (丙午) merupakan perpaduan antara shio Kuda dan elemen Api, yang hanya terjadi sekali dalam siklus 60 tahun.

Kombinasi ini dipercaya menghadirkan semangat tinggi, antusiasme, serta dorongan kuat untuk bergerak maju dan mengambil langkah berani, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Pakar budaya dan metafisika Tionghoa, Suparman Wijaya, menjelaskan bahwa Tahun Kuda Api identik dengan percepatan perubahan. Menurutnya, energi Kuda yang aktif dan elemen Api yang kuat menciptakan karakter tahun yang penuh inisiatif dan keberanian mengambil keputusan.

“Tahun Kuda Api biasanya ditandai dengan dorongan besar untuk bergerak cepat dan berani keluar dari zona nyaman. Ini tahun yang baik untuk memulai hal baru, namun tetap perlu kehati-hatian agar tidak terbawa emosi,” ujar Suparman, Sabtu (7/2).

Ia menambahkan, energi Api yang dominan juga mendorong kreativitas dan inovasi, tetapi bisa memicu konflik jika tidak diimbangi dengan pengendalian diri dan kebijaksanaan.

Perayaan Imlek sendiri selalu identik dengan harapan baru. Namun, Imlek 2026 dinilai memiliki nuansa tersendiri. Shio Kuda melambangkan kemandirian, kebebasan, dan pergerakan cepat, sementara elemen Api merepresentasikan gairah, kreativitas, serta transformasi.

Gabungan keduanya dipandang sebagai simbol perubahan signifikan dan momentum untuk mewujudkan ide-ide baru.

Selain makna astrologi, Imlek tetap menjadi ruang refleksi dan kebersamaan. Tradisi reuni keluarga, penghormatan kepada leluhur, pembagian amplop merah atau angpao, serta penggunaan dekorasi bernuansa merah dan emas mencerminkan doa akan kesehatan, keberuntungan, dan keharmonisan.

Nilai-nilai tersebut terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Secara spiritual, Imlek juga dimaknai sebagai waktu untuk membersihkan diri dari energi negatif dan memulai lembaran baru dengan sikap lebih positif. Suparman menekankan bahwa keseimbangan menjadi kunci dalam menyikapi Tahun Kuda Api.

“Semangat besar perlu diarahkan dengan perencanaan yang matang. Jika seimbang, Tahun Kuda Api bisa menjadi tahun kemajuan dan lompatan besar,” katanya.

Dengan makna filosofis yang mendalam, Imlek 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat, penguatan kebersamaan, serta awal perubahan menuju kehidupan yang lebih seimbang dan sejahtera.  (**)