JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas respons cepat dan peran aktif para ulama dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara pengukuhan Pengurus MUI masa khidmat 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa MUI tidak hanya berperan dalam urusan keagamaan, tetapi telah membuktikan diri sebagai pilar kemanusiaan sekaligus penjaga stabilitas bangsa.
Presiden secara khusus menyoroti keterlibatan MUI sejak hari pertama bencana melanda sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menurutnya, kehadiran ulama di tengah masyarakat yang tertimpa musibah menjadi bukti nyata kepedulian terhadap rakyat kecil.
“Majelis Ulama Indonesia tidak pernah absen saat negara mengalami kesulitan. Kita melihat MUI tampil dari hari-hari pertama bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan simbolis bantuan rehabilitasi satu masjid di setiap provinsi terdampak bencana.
Selain itu, disalurkan pula bantuan renovasi bagi 500 rumah guru ngaji dan marbot masjid yang menjadi penyintas bencana alam.
Presiden menilai sinergi antara ulama dan pemerintah (umara) dalam penanganan bencana merupakan kunci kebangkitan dan keselamatan republik.
Peran ulama dinilai tidak hanya memberi ketenangan batin bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan bantuan nyata di lapangan sehingga meringankan beban negara.
Selain membahas penanganan bencana, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas pelaku perusakan lingkungan yang memicu bencana banjir dan longsor.
Ia menyebut pemerintah telah mencabut izin sejumlah perusahaan yang terbukti melanggar aturan dan merusak alam demi menegakkan keadilan bagi rakyat.
Menutup sambutannya, Presiden berharap kepengurusan MUI yang baru dapat terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, termasuk melalui lembaga Muslim Disaster Rescue (MDR), guna membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan. (**)

