MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar dituntut memperkuat pertahanan di sektor sayap jelang laga kontra Dewa United di Stadion BJ Habibie, Parepare.
Lini kanan dan kiri Juku Eja dinilai masih menjadi celah yang rawan dimanfaatkan lawan, terutama saat terjadi transisi dari menyerang ke bertahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bek sayap Syahrul Lasinari dan Victor Luiz yang kerap naik membantu serangan membuat ruang di sisi lapangan kerap terbuka.
Situasi tersebut memudahkan lawan melancarkan serangan balik cepat maupun mengirim umpan silang ke kotak penalti.
Kondisi itu terlihat saat PSM menang 2-1 atas PSBS Biak. Dalam pertandingan tersebut, lawan tercatat melepaskan 15 crossing, dengan delapan di antaranya berhasil masuk ke kotak penalti.
Beruntung, duet bek tengah PSM tampil disiplin dan mampu mengantisipasi sejumlah peluang berbahaya.
Legenda PSM, Yosef Wijaya, menegaskan bahwa pengamanan sektor sayap tidak bisa hanya dibebankan kepada bek.
Menurutnya, peran winger dan gelandang sangat krusial untuk membantu pertahanan agar lawan tidak leluasa mengirim umpan silang.
“Semua pemain harus punya kesadaran bertahan. Winger dan gelandang wajib turun membantu menutup ruang supaya crossing lawan bisa diminimalisir,” ujarnya.
Yosef juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi bola kedua yang sering muncul dari situasi crossing atau duel udara.
Selain itu, ia menekankan peran aktif penjaga gawang untuk berani keluar mengamankan bola guna meredam ancaman di kotak penalti.
Dengan absennya kapten Yuran Fernandes, koordinasi dan organisasi lini belakang PSM harus semakin solid.
Kekompakan antar pemain belakang menjadi kunci agar Juku Eja tetap kokoh saat menjamu Dewa United dan mampu mengamankan poin penuh di kandang sendiri. (**)

