MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026.
Kebijakan ini ditegaskan oleh Pemerintah Kota Makassar sebagai bentuk komitmen menjaga pemenuhan gizi peserta didik meski dalam suasana ibadah puasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran MBG akan mengalami penyesuaian selama Ramadan.
Hal tersebut dilakukan agar program tetap efektif dan sesuai dengan kondisi siswa di lapangan.
“Peserta didik tetap mendapatkan MBG, tapi dalam bentuk makanan kering,” ujar Achi Soleman saat diwawancarai di Kantor Dinas Pendidikan Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil komunikasi dengan petugas MBG di lapangan, menu yang dibagikan tidak lagi berupa makanan basah seperti hari biasa.
Sebagai gantinya, paket yang diberikan berisi makanan tahan lama seperti susu, buah, dan biskuit.
Menurut Achi, terdapat empat skema penyaluran MBG selama Ramadan.
Skema pertama diterapkan di sekolah dengan mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa.
Di sekolah tersebut, makanan kering dibagikan agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
Skema kedua diberlakukan di wilayah dengan mayoritas penduduk yang tidak menjalankan puasa. Untuk daerah ini, distribusi MBG tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan jadwal maupun pola konsumsi.
Skema ketiga menyasar kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Penyaluran kepada kelompok ini tetap menjadi prioritas guna menjaga kecukupan gizi selama Ramadan.
Sementara itu, skema keempat diterapkan khusus di lingkungan pesantren. Mekanisme distribusi disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas santri selama bulan suci.
Pemerintah Kota Makassar berharap penyesuaian ini dapat memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi yang memadai tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah Ramadan. (**)

