MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Tiga menteri Kabinet Merah Putih dijadwalkan menghadiri Forum Bisnis dan Sidang Dewan Pleno (SDP) XVIII Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang akan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 14–16 Februari 2026.
Ketiga menteri tersebut yakni Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rosan Roeslani selaku Menteri Investasi/BKPM yang juga CEO Danantara, serta Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian (Mentan).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris BPD HIPMI Sulsel, Amirul Yamin Ramadhansyah, menyampaikan bahwa kehadiran para menteri tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda nasional.
“InsyaAllah akan ada tiga Menteri yang akan hadir, dua di antaranya akan mengisi forum bisnis, yakni Menteri Pertanian bapak Andi Amran Sulaiman dalam sesi pertama, kedua Menteri Investasi/BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani. Dalam sidang pleno, malamnya akan ada closing speech oleh Bapak Menteri ESDM yang juga Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI Bapak Bahlil Lahadalia,” ujar Amirul, belum lama ini.
Dalam agenda Forum Bisnis, Andi Amran Sulaiman dijadwalkan memaparkan strategi penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Sementara Rosan Roeslani akan membahas arah kebijakan investasi dan peluang kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Adapun Bahlil Lahadalia dijadwalkan memberikan pidato penutup pada Sidang Dewan Pleno XVIII BPP HIPMI.
Kehadirannya sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI dinilai akan memberikan arahan strategis terkait peran pengusaha muda dalam mendukung hilirisasi industri dan penguatan sektor energi nasional.
Kegiatan ini juga akan dihadiri pengusaha muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, Sidang Dewan Pleno XVIII BPP HIPMI diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penguatan sektor riil, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. (**)

