SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Turnamen Domino Bupati Soppeng Cup II yang digelar pada 14–15 Februari 2026 di Lapangan Sepak Bola Welonge, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, berlangsung sukses dan meriah.

Kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai kabupaten hingga lintas provinsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, turnamen tersebut menyisakan makna mendalam tentang nilai kebersamaan dan kesetaraan.

Permainan domino yang dikenal sebagai hiburan merakyat terbukti mampu menghadirkan ruang interaksi tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.

Bupati Soppeng, Suardi Haseng, turut ambil bagian sebagai peserta turnamen. Ia bersama sejumlah pejabat daerah lainnya duduk di meja pertandingan dengan fasilitas yang sama seperti peserta lain.

Tanpa protokoler berlebihan, mereka berbaur dan menikmati suasana pertandingan dengan santai.

Pemandangan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang peserta, Appe (65), warga Kecamatan Liliriaja, menilai momen itu sebagai gambaran nyata kedekatan pemimpin dengan rakyat.

“Permainan domino membuat tidak ada jarak antara pejabat dan masyarakat. Semua bercampur dalam suasana santai dan penuh keakraban,” ujarnya.

Menurut Suardi Haseng, domino adalah permainan rakyat yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat dan tetap eksis sepanjang masa.

Ia menyebut, di meja domino semua orang duduk sama rendah, tanpa melihat jabatan maupun status sosial.

“Di sini kita semua setara. Tidak ada perbedaan, yang ada hanya kebersamaan dan sportivitas,” katanya.

Turnamen Domino Bupati Soppeng Cup II tidak hanya menjadi ajang adu strategi dan ketangkasan, tetapi juga memperkuat silaturahmi serta membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Atmosfer kebersamaan yang tercipta selama dua hari pelaksanaan menjadi bukti bahwa ruang-ruang sederhana seperti permainan rakyat mampu menghadirkan makna besar bagi kehidupan sosial.  (Daus)