MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – PSM Makassar harus menghadapi kenyataan pahit setelah hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran (shot on target) sepanjang 90 menit pertandingan.

Tim berjuluk Juku Eja itu kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal. Serangan yang dibangun kerap terhenti di lini tengah, sementara upaya menembus pertahanan lawan tidak berjalan efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang laga, PSM sebenarnya mencoba membangun tekanan melalui skema umpan-umpan pendek dan serangan dari sisi sayap. Namun rapatnya barisan pertahanan Persebaya Surabaya membuat peluang bersih sangat minim.

Satu-satunya shot on target yang tercatat pun belum cukup untuk mengubah keadaan.

Minimnya kreativitas di lini depan serta kurangnya variasi serangan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Kondisi ini juga menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas penyelesaian akhir agar peluang sekecil apa pun bisa dimaksimalkan.

Kekecewaan pun disampaikan para suporter. Salah seorang suporter PSM, Arman (32), menilai tim kesayangannya tampil kurang berani mengambil inisiatif.

“Kalau cuma satu shot on target selama 90 menit, itu artinya ada yang salah dengan pola serangan. PSM harusnya lebih agresif dan berani menekan sejak awal,” ujarnya.

Suporter lainnya juga berharap tim pelatih segera melakukan evaluasi, terutama dalam hal kreativitas lini tengah dan ketajaman penyerang.

Meski kecewa, mereka tetap menyatakan dukungan penuh kepada Juku Eja agar bangkit di laga berikutnya.

Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi PSM untuk segera berbenah demi menjaga konsistensi dan tetap bersaing di papan klasemen.  (**)