MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – PSM Makassar menolak menyerah usai kekalahan pahit dari Persita Tangerang pada pekan ke-24 Super League Indonesia.
Tim berjuluk Juku Eja itu tak ingin terus meratapi hasil minor yang justru semakin mendekatkan mereka ke zona degradasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertanding di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Senin (2/3/2026) malam, PSM harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 2-4.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Pasalnya, PSM sempat unggul dua gol lebih dahulu. Gol pembuka lahir dari titik putih melalui eksekusi tenang Yuran Fernandes pada menit ke-9.
Keunggulan tuan rumah kemudian digandakan lewat tandukan Aloisio Neto Soares pada menit ke-26.
Namun, tim asuhan Tomas Trucha kehilangan fokus. Persita mampu menyamakan kedudukan hanya dalam rentang dua menit.
Aleksa Andrejic memperkecil ketertinggalan lewat penalti pada menit ke-35, disusul gol penyama dari tembakan kaki kiri Pablo Ganet pada menit ke-37.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin ketat. Alih-alih kembali unggul, PSM justru kebobolan pada menit ke-75 melalui sepakan kaki kiri Royco Rodriguez yang membawa Persita berbalik memimpin 3-2.
Pendekar Cisadane memastikan kemenangan setelah aksi solo run Hokky Caraka pada menit ke-88 berujung gol keempat sekaligus mengunci tiga poin untuk tim tamu.
Kegagalan meraih poin di kandang sendiri membuat posisi PSM kian terjepit. Saat ini, Juku Eja terdampar di peringkat 13 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin. Mereka hanya terpaut lima poin dari PSBS Biak yang menjadi tim teratas di zona degradasi.
Meski berada dalam tekanan, pemain, pelatih, dan manajemen menegaskan komitmen untuk bekerja lebih keras.
PSM bertekad segera bangkit dan keluar dari bayang-bayang degradasi demi menjaga eksistensi klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut di kasta tertinggi sepak bola nasional. (**)

