MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Tagar #TomasTruchaOut kini semakin menggema di berbagai platform media sosial, mencerminkan kegelisahan suporter terhadap performa PSM Makassar di ajang BRI Super League musim ini.

Desakan agar pelatih kepala Tomas Trucha angkat kaki makin nyaring setelah rentetan hasil kurang maksimal membuat Juku Eja terpuruk di papan bawah klasemen dan kian dekat dengan zona merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan publik pun tak terelakkan.
Di media sosial, ribuan komentar membanjiri kolom diskusi komunitas suporter.

Sebagian besar menilai pergantian pelatih menjadi opsi realistis demi menyelamatkan perahu Pinisi dari ancaman degradasi.

“PSM ini tim besar, jangan tunggu sampai benar-benar masuk zona merah baru bergerak. Evaluasi pelatih sekarang!” tulis akun @DaengSupporter.

Komentar lain datang dari akun @RamangSetia. “Kami hormat sama coach, tapi hasil tidak bisa dibohongi. Butuh perubahan sebelum terlambat.”

Namun, ada pula suara yang meminta manajemen tetap tenang dan tidak gegabah mengambil keputusan.

“Ganti pelatih belum tentu langsung bagus. Masalahnya bukan cuma di taktik, tapi mental pemain juga harus dibenahi,” tulis @EwakoForever.

Akun @SuporterBijak menambahkan, “Kalau mau ganti, pastikan penggantinya lebih siap. Jangan sampai malah makin kacau.”

Perdebatan ini memperlihatkan betapa besarnya kepedulian suporter terhadap kondisi tim kebanggaan mereka.

Sebagian mendesak perubahan cepat, sebagian lainnya memilih memberi kesempatan hingga akhir musim.

Hingga kini, manajemen PSM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait masa depan Tomas Trucha. Fokus tim disebut masih pada persiapan laga-laga krusial yang tersisa.

Di tengah derasnya kritik dan tekanan, satu harapan tetap sama: PSM Makassar mampu bangkit, menemukan konsistensi, dan terus berjuang agar terhindar dari zona merah demi menjaga nama besar klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.  (**)