JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan itu tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab untuk bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Maklumat tersebut dibacakan pada Minggu (1/3).

Melalui maklumat tersebut, Muhammadiyah juga menetapkan awal Ramadan dan sejumlah hari besar Islam lainnya berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab yang menjadi pedoman organisasi tersebut.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah.

Penetapan Hari Raya Idulfitri oleh pemerintah akan diputuskan melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026.

Sidang isbat tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi masyarakat Islam, para ahli astronomi, serta instansi terkait.

Keputusan sidang akan mempertimbangkan hasil pemantauan hilal dan data hisab untuk menentukan awal Syawal secara resmi di Indonesia.  (**)