MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Manajemen klub PSM Makassar tengah menjadi sorotan setelah tim berjuluk Juku Eja tersebut tercatat telah menerima empat sanksi dari FIFA sepanjang musim kompetisi 2025/2026.

Berdasarkan data yang tercantum di laman resmi FIFA, sanksi pertama muncul pada 8 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan sengketa finansial antara PSM dengan mantan pelatih mereka, Bernardo Tavares.

Belum selesai dengan persoalan itu, FIFA kembali menjatuhkan sanksi kedua kepada klub asal Makassar tersebut pada 9 Januari 2026.

Kali ini sanksi diduga terkait tunggakan pembayaran hak mantan pemain PSM, Lucas Dias.

Rentetan sanksi tidak berhenti di situ. Pada 29 Januari 2026, PSM kembali masuk dalam daftar klub yang dijatuhi sanksi oleh FIFA.

Momen ini terjadi tidak lama setelah manajemen memperkenalkan striker anyar, Luka Cumić, sebagai pengganti Abu Kamara di lini depan.

Terbaru, sanksi kembali tercatat pada 9 Maret 2026. Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan sengketa antara PSM dengan mantan pelatih, Tomas Trucha.

Menanggapi kondisi tersebut, pengamat sepak bola Syamsuddin Umar, menilai rentetan sanksi dari FIFA menjadi sinyal bahwa manajemen klub perlu segera membenahi tata kelola keuangan dan administrasi.

Menurutnya, persoalan sengketa dengan mantan pelatih maupun pemain seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat agar tidak sampai berujung pada sanksi dari federasi sepak bola dunia.

“Kasus seperti ini sebenarnya bisa dicegah jika manajemen klub memiliki perencanaan finansial yang baik dan menghormati kontrak yang sudah disepakati. Jika tidak segera diselesaikan, sanksi dari FIFA bisa berdampak pada aktivitas transfer maupun reputasi klub,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa klub-klub profesional di Indonesia harus semakin disiplin dalam memenuhi kewajiban kontraktual, terutama ketika berurusan dengan pemain dan pelatih asing yang memiliki akses langsung ke jalur hukum internasional.

Hingga saat ini, pihak manajemen PSM belum memberikan tanggapan resmi terkait rentetan sanksi dari FIFA tersebut.  (**)