JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perkiraan ini didasarkan pada hasil kajian ilmiah serta kesepakatan sejumlah lembaga terkait dalam bidang astronomi dan pengamatan hilal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU, Asmu’i Mansyur, menjelaskan bahwa penentuan tersebut merujuk pada hasil perhitungan astronomi yang telah dilakukan secara komprehensif.
Menurutnya, hasil kajian tersebut sejalan dengan pandangan para ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, serta Observatorium Bosscha.
“Perhitungan yang kami gunakan berbasis data astronomi yang akurat dan telah dikaji bersama berbagai lembaga terkait, sehingga menghasilkan kesimpulan yang sama mengenai potensi awal Syawal tahun ini,” ujar Asmu’i.
Meski demikian, PBNU menegaskan bahwa penetapan resmi 1 Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pemantauan langsung bulan sabit yang akan dilakukan menjelang akhir Ramadan.
Dengan adanya perkiraan ini, masyarakat diharapkan dapat mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idulfitri, sembari menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. (**)

