SURABAYA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan pentingnya integritas petugas dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Hal tersebut disampaikan Inspektur Jenderal (Irjen) Dendi Suryadi saat memberikan arahan dalam kegiatan Pemantauan dan Pengawasan Persiapan Operasional Haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Senin (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diikuti sebanyak 690 peserta yang terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan, Petugas Haji Daerah (PHD), serta unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Dendi menegaskan bahwa kesiapan teknis saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan penyelenggaraan haji.

Menurutnya, integritas menjadi faktor utama yang menentukan kualitas pelayanan kepada jemaah.

“Secara teknis kita sudah memiliki standar operasional prosedur dan pedoman yang jelas. Namun yang paling utama adalah integritas. Tanpa integritas, sistem yang baik tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga profesionalitas, sikap, dan perilaku selama bertugas di lapangan.

“Petugas harus mampu menjaga diri dan menjunjung tinggi etika. Hindari hal-hal yang dapat merusak integritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dendi menjelaskan bahwa pengawasan penyelenggaraan haji dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan melalui evaluasi dan audit.

Kemenhaj menetapkan tiga target utama, yakni sukses penyelenggaraan ibadah, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan dampak sosial.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah indikator keberhasilan, di antaranya terserapnya kuota haji 100 persen, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah yang hilang, berkurangnya keluhan layanan, serta nihil penyimpangan.

“Kita harus memastikan seluruh kuota haji terserap penuh. Selain itu, angka kematian harus ditekan, tidak boleh ada jemaah yang hilang, dan keluhan pelayanan harus diminimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas haji merupakan ujung tombak pelayanan yang berinteraksi langsung dengan jemaah, sehingga dituntut bekerja profesional, responsif, dan penuh tanggung jawab.

“Petugas haji adalah representasi negara. Pastikan seluruh jemaah terlayani dengan baik dan tidak ada yang tertinggal. Kita berangkat bersama dan harus kembali bersama,” ujarnya.

Selain itu, Dendi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan doa dalam menjalankan tugas. “Ikhtiar harus maksimal, tetapi jangan lupakan doa. Hadirkan nilai-nilai spiritual agar penyelenggaraan haji berjalan lancar dan penuh keberkahan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Dendi juga meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Asrama Haji Kelas I Surabaya.

Ia mengecek berbagai fasilitas, mulai dari kamar jemaah, ruang layanan kesehatan, area konsumsi, hingga sistem pendukung seperti kebersihan dan keamanan.

Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jemaah sejak di tanah air.

“Asrama haji adalah titik awal pelayanan, sehingga kualitasnya harus mencerminkan pelayanan terbaik negara kepada jemaah,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kemenhaj berharap seluruh petugas dan infrastruktur pendukung memiliki kesiapan yang komprehensif, baik dari sisi teknis, fasilitas, mental, maupun integritas.

Pemerintah pun optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih baik, aman, dan memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah Indonesia. (haji.go.id)