MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan menggelar Training of Trainer (ToT) perwasitan di Hotel MaxOne, Makassar, pada 12–15 April 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme penyelenggaraan turnamen domino di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PORDI Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, menegaskan bahwa ToT perwasitan merupakan program penting untuk memastikan standar pertandingan yang lebih baik hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“ToT perwasitan ini adalah hal yang penting dan sakral, karena peserta akan mendapatkan sertifikat resmi. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius agar turnamen yang digelar di daerah benar-benar berkualitas,” ujar IAS dalam sambutannya saat pembukaan.
Menurut IAS, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini akan menjadi aset penting bagi pengurus daerah PORDI di masing-masing wilayah. Peran wasit dinilai sangat krusial dalam menentukan sukses tidaknya sebuah turnamen.
“Setiap peserta adalah aset bagi pengurus daerah. Dengan sertifikasi resmi, mereka akan menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan turnamen,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus PORDI Sulsel serta perwakilan pengurus daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Para peserta mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari pendalaman aturan permainan, teknik pertandingan, hingga etika dan profesionalitas sebagai wasit.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PORDI, Mansyur, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil PORDI Sulsel.
Ia menyebut, Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama yang menggelar ToT perwasitan secara resmi di Indonesia.
“ToT yang dilaksanakan PORDI Sulsel adalah langkah luar biasa. Kami sangat mengapresiasi keseriusan pengurus daerah dalam membesarkan organisasi hingga ke pelosok. Langkah ini sangat tepat, terutama dalam menghadirkan wasit bersertifikasi,” ungkapnya.
Melalui program ini, PORDI Sulsel diharapkan mampu menciptakan ekosistem turnamen domino yang lebih profesional, kompetitif, dan berstandar tinggi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. (Rls)

