MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Perayaan haul ke-330 Arung Palakka berlangsung meriah di Kompleks Makam Arung Palakka, Bontobiraeng, Gowa, Minggu (19/4/2026). Sejumlah tokoh adat hadir dalam acara ini.
Mereka antara lain Ketua Lembaga Adat Karaeng Loe, Bajeng, Ir Rusli Sumara, turunan Kerajaan Gowa Tallo, Andi Kosasih Daeng Liwang Karaeng Allu, Maskur Mansyur. Ketua Yayasan Balla Lompoa Bajeng, Bachtiar Daeng Sawi, Ketua Kerukunan Keluarga Kerajaan Bajeng, serta sejumlah tokoh adat dari Sidrap, Soppeng, dan Bone.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inisiator kegiatan, Andi Nurhikmah Daeng Cora, Ph.D mengaku bangga dan bahagia bisa kembali menyelenggarakan peringatan haul Arung Palakka. Ia mengatakan kehadiran sejumlah tokoh adat dan undangan yang hadir di acara ini merupakan sebuah keberkahan.
“Perayaan haul ini bukan sekadar tradisi yang digelar setiap tahun. Perayaan haul ini juga bernilai sosial dalam upaya merawat silaturahmi sesama tokoh adat dan kerabat Arung Palakka. Yang hadir di sini tidak saja keturunan yang domisili di Sulsel tetapi juga ada yang datang dari Madura, Kalimantan, dan lainnya,” kata Daeng Cora.
Karena digelar di dalam bulan syawal, peringatan haul Arung Palakka kali ini dirangkaikan dengan halalbihalal warga Bontobiraeng. Penyelenggara kegiatan ini juga ditangani langsung Majelis Pemerhati Rakyat (MPR) Bonto Biraeng.
Prosesi perayaan haul diawali dengan iring-iringan keluarga turunan Arung Palakka yang diantar dengan ganrang bulo memasuki areal Kompleks Makam Arung Palakka. Di dalam makam dilakukan pembacaan tawassul, yasin dan tahlil. Selanjutnya ada pembacaan tilawatil Quran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.
Acara diakhiri dengan salaman dan saling bermaafan satu sama lain sebagai simbol halalbihalal. Salaman ini diikuti seluruh hadirin termasuk warga Bonto Biraeng.
Peringatan haul Arung Palakka tahun ini merupakan kali ketiga. Peringatan haul pertama digelar April 2024 lalu. Arung Palakka sendiri dikenal dengan nama La Tenri Tatta I Mappatunru Daeng Serang Sultan Sa’adullah.

