JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Persaingan perebutan gelar juara BRI Super League 2025/2026 kian memanas memasuki fase akhir musim.

Tiga tim papan atas, yakni Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta, terus bersaing ketat dalam perburuan trofi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi perolehan poin, peluang Persib untuk mencetak sejarah sebagai juara tiga musim beruntun terbuka lebar. Namun, sejak era sepak bola modern Indonesia dimulai pada 1994, belum ada satu pun klub yang mampu meraih hattrick gelar secara beruntun.

Rekor gelar terbanyak Liga Indonesia hingga kini masih dipegang Persipura Jayapura dengan empat trofi, meski diraih tidak secara berturut-turut.

Sementara itu, Bali United sempat mendekati rekor tersebut usai menjadi juara musim 2018/2019 dan 2021/2022, tetapi ambisi mereka dipatahkan PSM Makassar pada musim berikutnya.

Musim ini, Persib berpeluang mencatatkan sejarah baru. Hingga pekan ke-28, Maung Bandung kokoh di puncak klasemen dengan 65 poin. Mereka hanya unggul tipis atas Borneo FC yang mengoleksi 63 poin, sementara Persija berada di posisi ketiga dengan 58 poin.

Borneo FC menjadi ancaman paling nyata bagi Persib. Selisih dua poin membuat peluang tim berjuluk Pesut Etam untuk menyalip masih sangat terbuka di sisa laga.

Di sisi lain, Persija harus bekerja ekstra keras mengejar ketertinggalan tujuh poin, yang setara dengan minimal dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Macan Kemayoran juga berharap pesaingnya terpeleset. Untuk bisa menyalip, Persija membutuhkan Persib kehilangan poin dalam beberapa laga krusial.

Meski demikian, peluang masih terbuka mengingat jadwal yang akan dijalani masing-masing tim.

Persija relatif diuntungkan dengan menghadapi sejumlah tim papan bawah seperti Persis Solo, Persijap Jepara, Persik Kediri, dan Semen Padang. Namun, mereka tetap harus menjaga konsistensi jika ingin terus bersaing.

Sementara itu, Persib justru menghadapi jadwal yang lebih berat. Selain melawan tim-tim yang sedang naik daun seperti PSM dan Persijap, mereka juga harus berhadapan dengan tim papan atas seperti Arema FC, Bhayangkara FC, serta PSIM Yogyakarta.

Puncaknya, duel klasik antara Persib dan Persija pada pekan ke-32 diprediksi menjadi laga penentuan. Pertandingan yang sarat gengsi ini bisa menjadi titik balik dalam perebutan gelar musim ini.

Di sisi lain, Borneo FC memiliki jadwal yang relatif lebih ringan. Mereka akan menghadapi tim papan bawah seperti Semen Padang, Persik, dan Persijap, serta beberapa tim kuat seperti Persita Tangerang, Bali United, dan Malut United.

Situasi ini membuka peluang besar bagi Borneo FC untuk memanfaatkan persaingan sengit antara Persib dan Persija. Dengan konsistensi dan hasil maksimal, bukan tidak mungkin Pesut Etam justru keluar sebagai juara.

Kini, publik menantikan apakah Persib mampu mencetak sejarah baru dengan hattrick gelar, atau justru Borneo FC maupun Persija yang berhasil menggagalkan ambisi tersebut, mengikuti jejak PSM Makassar yang pernah menghentikan dominasi Bali United beberapa musim lalu.  (**)