MANGKUTANA,UJUNGJARI.COM–Satu lagi inovasi lahir dari bumi batara guru, Luwu Timur. Untuk menekan stunting atau gizi buruk, pemerintah kabupaten Luwu Timur meluncurkan program Bumil Sehat. Sasarannya fokus pada pendampingan ibu hamil.

Program Bumi Sehat ini diinsiasi Dinas Kesehatan Luwu Timur. Selasa, 21 April kemarin, Dinas Kesehatan Luwu Timur sudah memulai gerakan ini di Kecamatan Mangkutana di Aula Camat Mangkutana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr Helmy Kahar menjelaskan intervensi kesehatan pada ibu hamil merupakan kunci utama dalam memutus rantai gizi buruk.

Helmy mengatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh status kesehatan ibu hamil, pola makan, hingga faktor lingkungan seperti sanitasi.

Menurut dia, bBerdasarkan data aplikasi e-PPGBM Si Gizi Kesga, prevalensi balita stunting di Luwu Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,74%. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,47% dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,27%.

‎Meskipun angka riil masih di bawah target nasional, tren kenaikan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Lebih jauh, dr. Helmy menyebutkan ada dua faktor utama yang memicu kenaikan tersebut.

‎Gerakan Bumil Sehat ini dirancang untuk memastikan setiap ibu hamil di Luwu Timur memiliki pengetahuan yang cukup dan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai selama masa kehamilan.

‎Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Mangkutana, Kepala Puskesmas Mangkutana, Pokja IV TP-PKK Kecamatan Mangkutana, serta para peserta dan tamu undangan lainnya. (bs)