GOWA, UJUNGJARI.COM — Melaksanakan ibadah haji merupakan impian semua umat muslim di dunia. Sama dengan Hamlia, wanita berusia 56 tahun ini tak bisa menggambarkan kebahagiannya ketika giliran itu datang untuk namanya.
Yah, di bulan haji 10 Zulhijjah-1447 Hijriah tahun 2026 ini, nama Hamlia binti Mandja Nyampa muncul sebagai peserta jemaah calon haji (JCH) diantara 1.452 orang JCH Kabupaten Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Malino, Kecamatan Tinggimoncong inipun tak kepalang girang dan bahagianya. Ucapan syukur alhamdulillah terus dipanjatkannya. Hamlia mengatakan Allah memang maha mengatur segalanya. Rejeki baginya sudah digariskan.
“Selama 15 tahun masuk waiting list (daftar tunggu) dan akhirnya rejeki saya terbuka di tahun ini. Saya sangat bersyukur dan bahagia sampai tidak bisa lagi berkata-kata. Yang jelas nikmat rejeki dari Allah SWT telah terbuka untuk saya. Kesempatan ini merupakan anugerah terbesar dari doa-doa saya yang diijabah oleh Allah. Insha Allah segala kemudahan selalu Allah berikan, Akhamdulillah, ” kata Hamliah sesaat tiba dan berkumpul bersama jemaah lainnya di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa pada Kamis (23/4) sore sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Sudiang.
Hamlia tiba di masjid diantar oleh suaminya, Mustakim AR Daeng Talli dan ketiga anaknya serta keluarganya untuk pelepasan resmi oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter.
Hamlia mengaku mendapatkan undangan Allah ke Baitullah perasaannya campur aduk. Senang, sedih, kaget, tidak percaya dan terharu, semuanya jadi satu.
“Benarkah kini giliranku? Saya tidak percaya karena belasan tahun masuk daftar tunggu. 15 tahun lamanya. Mata saya berkaca-kaca bahkan saya menangis, tiada henti saya bersyukur karena saya telah mendapatkan panggilan Allah ini yang sudah bertahun-tahun ditunggu-tunggu. Deg-degan dan tiba-tiba pikiran saya langsung ke persiapan fisik, mental dan akan meninggalkan keluarga tercinta untuk sementara waktu ke tanah suci. Suami saya langsung memberi semangat agar saya perhatikan kesehatan dan mempersiapkan diri lebih baik, belajar doa-doa haji. Dan suami saya mengatakan, ada hikmahnya menunggu, karena persiapan lebih matang. Syukuri tiap hari anggap masa tunggu ini bonus buat menyiapkan diri pelan-pelan. Minta doa restu sama orang tua, keluarga dan teman, ” papar Hamlia.
Hamlia adalah seorang ASN lingkup pendidikan. Kedewasaannya berpikir tak lain karena dukungan sang suami yakni Mustakim AR Daeng Talli yang juga seorang ASN bidang pendidikan. Ibu tiga anak ini lahir dari seorang ibu bernama Sitti Aisyah dan ayahnya bernama Mandja Daeng Timung. Kini impian dan harapan seorang Hamlia tercapai.
“Saya sekarang fokus tujuan beribadah. Selama sebulan saya jauh dari suami, anak, orang tua dan keluarga. Semoga Allah menjadikan seluruh ibadah saya mabrur. Dan semoga ke depannya saya mampu mengimplementasikan kehajian saya di tengah masyarakat. Insha Allah, ” kata Hamlia.
Hamlia berangkat menjalankan ibadah haji lewat embarkasi Makassar dengan kelompok terbang (kloter) 5. Kloter perdana JCH Kabupaten Gowa ini berjumlah 387 orang. Mulai masuk asrama haji Sudiang Makassar pada Kamis (23/4) malam kemarin dan hari ini terbang ke Jeddah. –

