MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 memasuki pekan ke-30 dengan tensi persaingan yang semakin tinggi.

Dengan hanya menyisakan lima pertandingan sebelum musim berakhir pada 23 Mei mendatang, setiap poin kini menjadi sangat krusial, terutama bagi tim-tim yang masih berjuang menjauh dari zona degradasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persaingan tidak hanya terjadi di jalur perebutan gelar juara. Di papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC masih saling kejar dengan koleksi 66 poin.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada ketatnya persaingan di papan bawah klasemen yang melibatkan banyak tim.Perburuan angka aman kini menjadi perhatian utama.

Mengacu pada musim sebelumnya, batas minimal untuk bertahan di kasta tertinggi berada di kisaran 36 poin.

Angka ini kembali menjadi acuan bagi tim-tim yang ingin memastikan diri tetap berlaga di level tertinggi musim depan.

Situasi yang semakin mendesak membuat setiap laga sisa layaknya partai final. Kesalahan sekecil apa pun bisa berujung fatal bagi tim yang belum aman dari ancaman degradasi.

Hingga pekan ke-29, setidaknya ada tujuh tim yang masih berada dalam bayang-bayang degradasi. Persik Kediri menempati posisi ke-12 dengan 33 poin, diikuti Persijap Jepara (31 poin) dan PSM Makassar (31 poin). Sementara itu, Persis Solo (27 poin), Madura United (26 poin), Semen Padang (20 poin), dan PSBS Biak (18 poin) masih berjuang keluar dari tekanan.

Jarak poin yang relatif tipis membuat persaingan semakin terbuka. Tim-tim papan tengah bawah pun belum sepenuhnya aman, karena satu atau dua hasil buruk dapat langsung menyeret mereka ke zona merah.

Meski Persik Kediri berada di posisi paling atas di antara tim-tim yang terancam, situasinya masih jauh dari kata aman. Begitu pula dengan Persijap Jepara dan PSM Makassar yang belum bisa bernapas lega karena tekanan dari tim-tim di bawah terus mengintai.

Dengan kondisi seperti ini, lima pekan terakhir dipastikan akan menjadi fase paling menentukan.

Setiap pertandingan bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga soal bertahan hidup di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kejar Target 36 Poin, Tim Papan Bawah Berpacu dengan Waktu

Setiap tim kini dituntut tampil tanpa cela demi mengamankan posisi dan menghindari ancaman degradasi.

Persis Solo dan Madura United menjadi dua tim yang berada dalam tekanan besar. Keduanya wajib meraih kemenangan beruntun jika ingin menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Kehilangan poin sedikit saja bisa memperkecil peluang mereka untuk selamat.

Namun, tekanan tak hanya dirasakan dua tim tersebut. PSM Makassar, Persijap Jepara, dan Persik Kediri juga belum sepenuhnya aman.

Posisi mereka masih rawan tergeser jika gagal meraih hasil maksimal di sisa pertandingan. Situasi ini membuat jarak antar tim di papan bawah semakin tipis dan penuh ketidakpastian.

Kondisi tersebut menjadikan persaingan zona degradasi sebagai salah satu yang paling menarik untuk disaksikan hingga akhir musim.

Setiap pertandingan berpotensi mengubah peta klasemen secara drastis, bahkan hingga pekan terakhir.

Ambang batas 36 poin kembali menjadi angka krusial yang diburu tim-tim papan bawah. Tim yang mampu menembus atau melampaui angka tersebut memiliki peluang besar untuk bertahan.

Sebaliknya, mereka yang gagal mencapainya harus bersiap menghadapi kenyataan pahit turun kasta.

Dengan tensi yang terus meningkat, lima laga tersisa dipastikan akan menjadi penentu akhir. Siapa yang bertahan dan siapa yang terdegradasi, semuanya akan terjawab dalam drama penutup musim yang diprediksi berlangsung sengit.  (drw)