SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Kabar duka menyelimuti Kabupaten Soppeng. Sosok kharismatik yang dikenal luas oleh masyarakat, Andi Akbar Singke atau yang akrab disapa “Pung Cambang”, dikabarkan wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Latemmamala.

Almarhum meninggal dunia, pada Senin (27/4/2026) di RSUD Latemmamala, Soppeng. Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di Lawa-lawa Lajoa, dan akan dikebumikan pada Selasa besok (28/4/2026) di Appllaringnge sebelum Dzhuhur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Almarhum bukan sekadar figur publik, melainkan tokoh berpengaruh yang telah banyak berkontribusi dalam perjalanan politik dan sosial di daerah.

Semasa hidupnya, Andi Akbar Singke dikenal sebagai politisi senior yang pernah mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng hingga DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari daerah pemilihan Soppeng-Wajo.

Selain kiprahnya di dunia politik, almarhum juga aktif dalam berbagai organisasi sejak masa Orde Baru. Ia pernah bergabung dengan GP Ansor saat menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebelum kemudian berlabuh di Partai Golkar.

Dalam setiap langkahnya, almarhum dikenal konsisten memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan.

Sebagai keturunan bangsawan dari Datu Soppeng, Andi Akbar Singke memiliki legitimasi kultural yang kuat.

Namun demikian, hal tersebut tidak menjadikannya berjarak dengan masyarakat.

Julukan “Pung Cambang” melekat karena sosoknya yang merakyat, tegas, namun tetap mengayomi.

Semasa hidup, kediamannya nyaris tak pernah sepi dari kunjungan warga. Banyak yang datang untuk bersilaturahmi, meminta nasihat, hingga sekadar berbincang santai. Gaya komunikasinya yang hangat dan bersahaja membuat siapa pun merasa dekat.

Menjelang akhir hayatnya, almarhum sempat menjalani perawatan di RSUD Latemmamala Soppeng. Sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga terus berdatangan untuk menjenguk dan mendoakan kesembuhannya. Namun, takdir berkata lain. Ia menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tersebut.

Kepergian Pung Cambang menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Soppeng. Sosok yang kerap dianggap sebagai “orang tua” tempat bertanya dan mencari arah itu kini telah tiada. Kebijaksanaan dan ketulusan yang ia wariskan akan selalu dikenang.

Doa pun mengalir untuk almarhum. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.  (Daus)