MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan bus Shalawat selama 24 jam penuh di Makkah.

Transportasi ini disiapkan secara merata melalui 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi utama jemaah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam memberikan kemudahan mobilitas bagi jemaah, terutama dalam mengakses Masjidil Haram.

Layanan ini tetap diberikan meskipun lokasi penginapan jemaah berada di bawah radius dua kilometer dari masjid.

Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut melampaui ketentuan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

“Berdasarkan aturan Kerajaan Arab Saudi, jemaah dengan jarak penginapan hingga 2.000 meter wajib disediakan transportasi. Namun pemerintah Indonesia mengambil langkah lebih dengan memberikan fasilitas ini kepada seluruh jemaah tanpa pengecualian,” ujarnya di Kantor Daerah Kerja Makkah, Minggu (27/4/2026).

Untuk mendukung operasional tersebut, sebanyak 452 unit bus kota dikerahkan dengan sistem kerja bergiliran selama 24 jam.

Seluruh armada yang digunakan telah memenuhi standar kelayakan jalan dengan batas usia operasional maksimal lima tahun.

Pengaturan jadwal keberangkatan bus dilakukan secara dinamis menyesuaikan pergerakan jemaah setiap hari.

Menjelang waktu salat fardu, jumlah armada yang siaga di halte sekitar hotel akan ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Bus beroperasi nonstop dari pukul 00.00 hingga 00.00, dengan sistem berbasis hari, bukan per putaran,” jelas Syarif.

Adapun jemaah yang hendak menuju Masjidil Haram akan diantar ke tiga terminal utama, yaitu Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Penentuan titik akhir ini disesuaikan dengan wilayah keberangkatan jemaah untuk mengurangi potensi kepadatan lalu lintas.

Layanan transportasi ini dijadwalkan mulai beroperasi sejak kedatangan kloter pertama jemaah haji di Makkah pada 30 April 2026 hingga kepulangan kloter terakhir ke Tanah Air. Pemerintah berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.  (**)