GOWA, UJUNGJARI.COM — Hari kemerdekaan Republik Indonesia lagi empat bulan ke depan. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah mempersiapkan untuk peringatan dan perayaan hari kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus 2026.

Mendekati itu, Pemkab Gowa mulai membuka tahapan seleksi untuk pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Paskibraka ini untuk tingkat kabupaten yang nantinya bertugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan hari kemerdekaan di tingkat kabupaten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tahapan seleksi mulai dibuka, sebanyak 363 siswa dari seluruh sekolah menengah atas atau SMA sederajat di Gowa mendaftar. Namun tersortir menjadi 260 orang setelah mengikuti seleksi administrasi awal.

260 yang lolos seleksi administrasi terdiri dari 158 putra dan 102 putri. Jumlah ini masih akan disortir hingga hanya berjumlah 70 orang pilihan terbaik. Dari komposisi 70 orang ini masing-masing 35 putra dan 35 putri. Mereka akan melalui rangkaian seleksi lanjutan hingga sehari sebelum upacara 17 Agustus.

Mereka yang lolos ditahap seleksi administrasi pun berusaha menembus formasi 70. Mereka inipun mendapatkan arahan dari Bupati Gowa Husniah Talenrang di kolong Istana Tamalate kompleks Nuseum Istana Balla Lompoa pada Selasa (28/4).

Dalam arahannya, Husniah memyebutkan calon Paskibraka terpilih nanti diharapkan tampil disiplin, berkarakter serta memiliki jiwa nasionalisme kuat.

Menurut Husniah, proses seleksi ini menjadi penting sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda Gowa.

“Paskibraka adalah proses membangun disiplin, tanggung jawab dan kecintaan pada bangsa. Seluruh peserta harus mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, ” kata Husniah didampingi Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter.

Bupati Gowa pun minta agar peserta dapat menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam setiap proses.. Menurutnya, hasil akan mengikuti usaha yang kalian berikan,” kata Bupati Gowa.

Adapun tahapan seleksi lanjutan meliputi pemeriksaan kesehatan, parade, baris-berbaris, samapta serta penilaian kepribadian. Seluruh proses dirancang untuk memastikan peserta unggul secara fisik, memiliki integritas, dan siap secara mental.

Faiqah Maulida dari MAN Insan Cendekia Gowa, mengaku termotivasi mengikuti seleksi ini.

“Prosesnya menantang, memberi banyak pelajaran dan membuat saya lebih disiplin serta percaya diri,” kata Faiqah. –