MADINAH, UJUNGJARI.COM – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan jemaah haji Indonesia agar mematuhi aturan terkait barang bawaan serta teknik pengemasan koper.
Imbauan ini disampaikan guna menghindari pemeriksaan manual oleh otoritas bandara yang dapat menghambat proses keberangkatan maupun kedatangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan tersebut muncul setelah ditemukannya koper milik jemaah yang terdeteksi membawa bungkusan padat mencurigakan saat melalui pemeriksaan X-ray.
Setelah dibuka oleh petugas, isi koper ternyata berupa petis dalam jumlah banyak yang dibungkus dengan lapisan kemasan sangat tebal.
Kepala Daerah Kerja (Daker) PPIH Arab Saudi 2026, Abdul Basir, mengatakan penggunaan bahan seperti lakban berlapis dan aluminium foil secara berlebihan justru memicu kecurigaan petugas keamanan bandara karena menghambat proses pemindaian.
Akibatnya, koper berpotensi dibongkar secara manual untuk memastikan isi di dalamnya aman.
Khusus bagi jemaah gemar membawa sambal, petis, maupun makanan kering, PPIH mengimbau agar mengemas barang secara wajar dan tidak berlebihan.
Selain itu, makanan yang dibawa sebaiknya dalam jumlah terbatas serta dikemas rapi dan transparan agar mudah terdeteksi oleh alat pemindai.
“Tujuannya bukan melarang, tetapi memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar tanpa hambatan. Kemasan yang terlalu tebal justru akan merugikan jemaah sendiri,” ujarnya.
Dengan mematuhi aturan pengemasan, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalani proses perjalanan haji dengan lebih nyaman, aman, dan tanpa kendala di bandara. (**)

