JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M terus menunjukkan perkembangan positif. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mencatat, secara umum operasional haji berjalan sesuai rencana dengan peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor.

Namun demikian, hingga saat ini tercatat sebanyak 7 jemaah wafat. Mayoritas penyebab kematian disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji sesuai ketentuan.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh jemaah.

Dari sisi kesehatan, layanan medis terus dioptimalkan. Tercatat sebanyak 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan.

Sementara itu, 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga kini, sebanyak 59 jemaah masih dalam perawatan intensif.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

Salah satu layanan unggulan yang dihadirkan adalah Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh guna memudahkan mobilitas jemaah.

Sebanyak 452 armada bus telah disiapkan, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Layanan ini melayani 21 rute utama yang menghubungkan jemaah menuju Masjidil Haram melalui tiga titik pemberhentian, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah. (**)