MADINAH, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Arab Saudi terus mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menjelang musim Haji 1447 Hijriah, otoritas setempat mulai menerapkan perangkat mobile passport counter di berbagai pintu masuk internasional guna memangkas antrean dan mempercepat proses kedatangan jemaah.

Mengutip Saudi Press Agency, kebijakan ini diterapkan oleh General Directorate of Passports dengan menempatkan perangkat tersebut di bandara, perbatasan darat, hingga pelabuhan laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi ini memungkinkan proses pemeriksaan dokumen dilakukan langsung di lokasi tanpa harus melalui konter konvensional.

Perangkat mobile tersebut dirancang untuk memproses data jemaah secara instan. Sistem mampu menangkap data biometrik, mengambil foto wajah, serta membaca informasi paspor secara langsung di titik pemeriksaan.

Dengan mekanisme ini, waktu tunggu jemaah dapat dipangkas secara signifikan, terutama saat puncak kedatangan yang biasanya dipadati jutaan orang dari berbagai negara.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga membantu mengurangi kepadatan di area imigrasi yang selama ini menjadi salah satu titik krusial dalam proses kedatangan jemaah.

Prioritaskan Lansia dan Disabilitas

Implementasi mobile passport counter difokuskan untuk memberikan kemudahan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Kelompok ini menjadi prioritas agar dapat menjalani proses masuk ke Arab Saudi tanpa harus mengantre panjang.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat merasakan layanan yang lebih inklusif dan ramah, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Perangkat ini juga dibekali teknologi terbaru yang menjamin tingkat keamanan dan keandalan tinggi dalam proses verifikasi data jemaah. Meski berbasis digital, sistem tetap dirancang untuk menjaga akurasi serta keamanan informasi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam mengelola kedatangan jutaan jemaah haji setiap tahunnya.

Pemerintah terus memperluas infrastruktur digital, sistem manajemen kerumunan, serta logistik transportasi demi memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lebih lancar dan tertib.  (**)