MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah menegaskan bahwa salat di masjid hotel di Makkah memiliki keutamaan pahala yang sama dengan salat di Masjidil Haram, yakni 100.000 kali lipat.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman yang berkembang di kalangan jemaah haji. Sebagian jemaah masih menganggap salat di masjid hotel memiliki pahala berbeda, sehingga memaksakan diri untuk selalu beribadah di Masjidil Haram meski kondisi tidak memungkinkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Bimbad PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan keinginan untuk beribadah langsung di Masjidil Haram adalah hal yang wajar.
Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan yang sama dalam hal pahala ibadah.
“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat,” ujar Aziz seusai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di Hotel Lulua Almasher, kawasan Syisyah, Makkah, Selasa (5/5/2026).
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak mendukung. Menurutnya, prinsip hifdzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.
“Keinginan ke sana untuk salat tidak salah, kalau fisiknya memungkinkan. Tapi harus diingat, menjaga keselamatan itu yang utama. Jangan sampai kita memonopoli kesempatan beribadah,” ujarnya.
Aziz menambahkan, jemaah yang dalam kondisi sehat juga diimbau tidak mendorong jemaah lain mengikuti aktivitas ibadah yang sama jika berpotensi membahayakan.
Ia menjelaskan, berbagai risiko kerap terjadi di area Masjidil Haram, seperti jemaah tersesat akibat banyaknya pintu dan kepadatan pengunjung. Tidak sedikit jemaah yang lupa jalur keluar, tempat menyimpan sandal, hingga titik pertemuan.
“Ini sering terjadi, jemaah hilang di Masjidil Haram karena banyaknya pintu dan padatnya area,” katanya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Aziz mengimbau jemaah dengan kondisi tertentu seperti lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit agar mengoptimalkan ibadah di masjid hotel masing-masing.
“Bagi jemaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi, silakan optimalkan ibadahnya di hotel. Pahalanya tetap sama,” pungkasnya. (**)

