BANDAR LAMPUNG,UJUNGJARI.COM–Real Estate Indonesia (REI) terus berkomitmen mendukung Asta Citra Presiden Prabowo Subianto dan program penyediaan tiga juta rumah untuk rakyat Indonesia. Komitmen itu terungkap dalam Rakernas REI yang berlangsung di Bandar Lampung, 5-8 Mei 2026.

Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyatakan pihaknya mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah subsidi bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk mengatasi backlog perumahan di Lampung yang mencapai sekitar 270 ribu unit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Joko menegaskan sektor perumahan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan riset REI bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, setiap investasi di sektor perumahan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Pengembang properti adalah bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu developer asal Sulsel, H Badris Salam yang hadir di Rakernas mengatakan selama 54 tahun keberadaannya, REI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional, khususnya sektor perumahan.

“Perannya sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyediaan hunian bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, sektor perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi.

Badris merupakan salah satu pengembang yang telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program penyediaan tiga juta unit rumah melalui perusahaannya, PT Bumi Pundi Karsa.

Beberapa hari lalu, Bumi Pundi Karsa meraih tiga penghargaan utama dalam ajang apresiasi perbankan dan industri real estat tahun 2026. Ketiga penghargaan yang diraihnya mencakup kategori strategis yakni Realisasi KPR Subsidi Terbanyak, Realisasi KPR Non-Subsidi Terbanyak, dan Best Commercial Financing.

Pencapaian ini mengukuhkan posisi PT Bumi Pundi Karsa sebagai holding company yang tidak hanya produktif dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga tangguh di segmen pasar komersial serta memiliki tata kelola keuangan yang terpercaya di mata perbankan.