JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai cuaca panas ekstrem di Tanah Suci menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan suhu tinggi di Arab Saudi berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan apabila jemaah tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jemaah kami imbau agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Fokus utama saat ini adalah menjaga stamina menjelang Armuzna,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Menurutnya, cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji Indonesia, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi.

Karena itu, jemaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selain itu, Kemenhaj juga mengimbau jemaah menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, masker, dan alas kaki saat harus beraktivitas di luar hotel.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Kondisi cuaca panas harus disikapi dengan bijak agar jemaah tetap sehat dan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal,” katanya.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama tim kesehatan haji Indonesia saat ini terus melakukan pemantauan kondisi jemaah di hotel, sektor, hingga Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Petugas kesehatan juga aktif memberikan edukasi kepada jemaah terkait pencegahan heatstroke, pentingnya konsumsi air secara teratur, serta pengaturan aktivitas harian selama berada di Makkah dan Madinah.

Di sisi lain, Kemenhaj memastikan kesiapan layanan puncak haji terus dimatangkan, termasuk transportasi, konsumsi, dan akomodasi jemaah di Armuzna.

“Kami berharap seluruh jemaah bisa lebih disiplin menjaga kesehatan sejak sekarang, sehingga dapat menjalani puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Maria.  (**)