MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Transformasi digital yang bergerak sangat cepat telah mengubah hampir seluruh wajah kehidupan masyarakat modern, mulai dari pola komunikasi, perilaku konsumsi informasi, hingga kebutuhan dunia kerja yang kini semakin menuntut sumber daya manusia yang adaptif dan kreatif.

Di tengah perubahan tersebut, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya melahirkan lulusan dengan kemampuan akademik semata, tetapi juga dituntut membangun generasi muda yang mampu membaca perkembangan zaman, menguasai komunikasi digital, serta memiliki daya saing di tengah industri kreatif yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesadaran itulah yang mendorong Universitas Hasanuddin menjalin kolaborasi bersama Gojek melalui kegiatan ‘Zona Muda Gojek Talkshow’ yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Universitas Hasanuddin, Selasa (12/05).

Kegiatan tersebut menghadirkan ruang belajar kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri kreatif serta pelaku ekosistem digital nasional guna memperluas wawasan generasi muda menghadapi tantangan industri masa depan.

Ratusan mahasiswa tampak memadati ruang kegiatan sejak awal acara. Atmosfer diskusi berlangsung dinamis dan interaktif ketika para peserta diajak memahami bagaimana media sosial kini berkembang menjadi instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi, tetapi juga menjadi medium membangun personal branding, memperluas jejaring profesional, hingga membuka peluang usaha dan karier lintas sektor.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Menurutnya, kampus harus mampu menjadi ruang pengembangan karakter, kompetensi, dan pengalaman nyata bagi mahasiswa agar mampu bertahan di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

“Kampus saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transfer pengetahuan formal perguruan tinggi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, dekat dengan realitas industri, dan mampu membentuk lulusan yang agile, adaptif, serta siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis,” katanya.

Karena itu kata dia, Unhas terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis agar mahasiswa memiliki kesempatan memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus memahami tantangan nyata yang akan mereka hadapi di masa depan.

Ia menjelaskan, Unhas terus memperkuat pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai program penguatan kompetensi, termasuk Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan dunia industri, masyarakat, serta persoalan-persoalan riil di lapangan.

Menurut Prof Ruslin, kebutuhan industri saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kecakapan akademik.

Dunia kerja modern justru semakin menempatkan soft skills, kemampuan komunikasi, kreativitas, jejaring, serta kemampuan beradaptasi sebagai faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia.

“Sekarang industri mencari talenta yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki value tambahan, kemampuan komunikasi yang baik, kreativitas, kemampuan membangun relasi, dan keberanian beradaptasi dengan perubahan. Mahasiswa harus aktif membangun jejaring, membuka diri terhadap pengalaman baru, serta memanfaatkan ruang-ruang pembelajaran seperti ini untuk memperluas perspektif mereka,” lanjutnya.

Kolaborasi bersama Gojek dinilai menjadi bagian penting dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas industri digital.

Kehadiran pelaku industri secara langsung memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan tren komunikasi digital, perubahan perilaku audiens, hingga strategi pengelolaan media sosial yang efektif dan produktif di era ekonomi kreatif.

Dalam talkshow tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan dari content creator dan praktisi industri kreatif Adi Surya serta Anggu Batary yang membahas berbagai strategi pengelolaan media sosial di era digital.

Diskusi dipandu moderator Anzar Ahmad dengan pembahasan yang menyoroti pentingnya membangun konten relevan, menjaga konsistensi komunikasi digital, memahami karakter audiens, hingga menciptakan citra positif di ruang publik digital.

Tema tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta kreatif yang mampu mengintegrasikan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif.

Media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, melainkan berkembang menjadi medium strategis yang memengaruhi citra personal, institusi, bahkan arah perkembangan bisnis dan ekonomi kreatif.

Dari pihak Gojek, turut hadir Head of Regional Public Policy & Government Relations Mohammad Khomeiny serta Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia Mulawarman.

Kehadiran perusahaan teknologi nasional tersebut menunjukkan komitmen Gojek dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda Indonesia agar mampu menghadapi perubahan ekosistem digital dan industri kreatif yang berkembang semakin kompetitif.

Melalui kolaborasi ini, Unhas dan Gojek tidak hanya menghadirkan forum diskusi semata, tetapi juga membangun ruang pembelajaran baru yang mempertemukan dunia akademik dengan realitas industri digital.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi digital, kreativitas, dan daya adaptasi tinggi untuk menjawab tantangan masa depan.