MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Fase puncak ibadah haji 2026 segera berlangsung dengan rangkaian utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini memusatkan perhatian pada kesiapan layanan transportasi, tenda, konsumsi, hingga kesehatan jemaah menjelang pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jutaan jemaah haji dari berbagai negara dijadwalkan bergerak hampir bersamaan menuju Armuzna mulai 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Situasi tersebut menjadikan pengaturan mobilitas jemaah sebagai salah satu tantangan terbesar dalam operasional puncak haji tahun ini.

Armuzna sendiri merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yakni tiga lokasi utama dalam rangkaian puncak ibadah haji.

Perjalanan dimulai saat jemaah diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah untuk menjalani wukuf pada 9 Dzulhijjah, kemudian mabit di Muzdalifah, dan melanjutkan ibadah di Mina dengan melontar jumrah pada hari-hari tasyrik.

Pada fase ini, jutaan umat Islam berkumpul dalam waktu hampir bersamaan. Karena itu, kesiapan layanan bus, tenda berpendingin udara, distribusi konsumsi, hingga layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah Arab Saudi dan PPIH.

Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan, “Al hajju Arafah” yang berarti “Haji adalah Arafah”. Hadis tersebut menegaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan rukun utama dalam ibadah haji. Karena itu, jemaah yang sakit maupun uzur tetap diupayakan dapat mengikuti wukuf agar hajinya sah.

Berdasarkan Rancangan Perjalanan Haji (RPH) 1447 Hijriah, berikut tahapan puncak haji 2026:

● 8 Dzulhijjah 1447 H: Jemaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah.

● 9 Dzulhijjah 1447 H: Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.

● 10 Dzulhijjah 1447 H: Iduladha dan lontar jumrah aqabah di Mina.

● 11–13 Dzulhijjah 1447 H: Hari-hari tasyrik dan pelaksanaan lontar tiga jumrah.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna.

Cuaca panas di Arab Saudi berpotensi memicu dehidrasi dan kelelahan, terutama saat pergerakan massal menuju Arafah dan Mina.

Jemaah diminta memperbanyak istirahat, mengurangi aktivitas fisik berlebihan, rutin mengonsumsi air putih, serta menyiapkan perlengkapan pribadi seperti obat-obatan, masker, payung, dan kartu identitas.

Selain itu, jemaah juga diimbau memahami skema pergerakan Armuzna, termasuk jadwal keberangkatan bus dan lokasi tenda, agar tidak terpisah dari rombongan saat puncak haji berlangsung.

PPIH Arab Saudi memastikan seluruh persiapan Armuzna 2026 terus dimatangkan guna memastikan pelaksanaan puncak ibadah haji berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh jemaah Indonesia.  (**)