JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah haji Indonesia diimbau mulai menjaga stamina dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan pentingnya kesiapan fisik agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui unggahan akun Instagram resmi @kemenhaj.ri, Kemenhaj menegaskan sejumlah aktivitas yang dilarang dilakukan sebelum pelaksanaan Armuzna.

Larangan tersebut antara lain mengagendakan city tour sebelum Armuzna, mengajak jemaah keluar Makkah atau Madinah untuk ziarah tambahan, serta menyelenggarakan aktivitas di luar kepentingan ibadah utama.

Kemenhaj menilai aktivitas berlebihan sebelum puncak haji berpotensi menimbulkan berbagai risiko bagi jemaah. Mulai dari kelelahan fisik, penurunan kondisi kesehatan, terganggunya fokus dan kekhusyukan ibadah, hingga potensi hambatan saat menjalani fase Armuzna yang membutuhkan stamina prima.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan kesiapan fisik menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan ibadah haji, terutama saat jutaan jemaah bergerak menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Selain itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.

Kemenhaj pun mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi jemaah. Di antaranya membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara ekstrem, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi dan kelelahan.

Bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, diminta aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki yang nyaman, dan masker saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas di Arab Saudi. (*/drw)