GOWA, UJUNGJARI.COM — Sedikitnya 50 tahanan di dalam jeruji besi milik mako Polres Gowa ikut melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah yang dilaksanakan pada Rabu (27/5) pagi.

Dalam suasana penuh khidmat dan haru itu, para tahanan yang beragama Islam di ruang tahanan Sattahti Polres Gowa tetap dapat merasakan kebahagiaan menjalankan ibadahnya meski hanya berdiri dengan saf sempit di lorong ruang tahanan yang dijaga ketat para personel Sattahti Polres Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari yang cerah dimana seluruh ummat muslim melaksanakan salat dua rakat Idul Adha tersebut, Muhammad Jibril yang menjadi khatib salat Idul Adha dalam ruang tahanan, mengajak seluruh tahanan untuk mengubah mindset hidup agar menjadi insan yang lebih baik ke depan.

Khutbah Jibril yang mengusung tema ‘Jadikan Momentum Idul Adha untuk Merubah Diri ke Arah yang Lebih Baik’ berharap agar para tahanan yang berstatus aneka kasus tindak pidana tetap memiliki hak yang sama dengan masyarakat muslim lainnya.

“Meski berstatus sebagai tahanan atas dugaan tindak pidana, mereka tetap diberikan hak untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan sebagaimana mestinya, ” kata Jibril.

Dengan pengamanan dan penjagaan ketat dari personel kepolisian, pelaksanaan salat Idul Adha berlangsung aman, tertib dan penuh kekhusyukan.

Puluhan jemaah salat Idul Adha di lingkup tahanan Sattahti ini dipandu Imam bernama Muhammad Salma Hafids, salah seorang tahanan yang memiliki pengetahuan agama cukup baik.

Usai menjalankan salat dan mendengarkan khutbah, para tahanan terlihat haru. Mereka sedih lantaran karena perbuatannya mereka terpaksa harus melaksanakan salat Ied di tahanan. Di antara para tahanan, salah seorang diantaranya menyampaikan harapan besarnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta keinginan memperbaiki diri di masa mendatang.

Kasat Tahti Polres Gowa Iptu Jasman mengatakan pelaksanaan salat Idul Adha bagi para tahanan merupakan bentuk penghormatan terhadap hak-hak warga binaan untuk tetap menjalankan kewajiban agamanya.

“Walaupun mereka sedang menjalani proses hukum, namun hak untuk beribadah tetap kami berikan. Momentum Idul Adha ini diharapkan menjadi sarana introspeksi diri agar para tahanan dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Iptu Jasman.

Iptu Jasman mengatakan, kesempatan dan ruang ibadah yang diberikan oleh Polres Gowa merupakan upaya institusi Kepolisian mengedepankan sisi kemanusiaan dalam pembinaan para tahanan, tanpa mengabaikan aspek keamanan selama kegiatan berlangsung.

Usai salat Ied, pihak Sattahti pun memberikan kesempatan kepada para tahanan untuk bersilaturahmi dan bertemu dengan keluarga mereka secara bergantian.

Pertemuan itu menjadi momen yang sangat berarti, menghadirkan pelukan hangat, air mata haru dan doa-doa yang menguatkan.

“Bagi para tahanan, keluarga merupakan penyemangat utama dalam menjalani masa penahanan. Kehadiran orang-orang tercinta di hari raya menjadi pengingat bahwa harapan untuk berubah dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik masih selalu terbuka, ” jelas Iptu Jasman. –