SIDRAP, UJUNGJARI.COM – Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI VII Sulawesi Selatan 2026 tak hanya sukses mencetak sejarah sebagai ajang terbesar yang diikuti sekitar 74.000 peserta, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi Ketua Umum PGRI, Prof. Unifah Rosyidi.
Sepulang dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), ia mengaku membawa pulang kenangan indah, semangat kebersamaan, serta kekaguman terhadap kepemimpinan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui pesan yang disampaikan kepada Bupati Sidrap, Prof. Unifah menyampaikan apresiasi yang begitu tulus atas suksesnya penyelenggaraan Porsenijar yang dinilainya berlangsung luar biasa dan sulit dilukiskan dengan kata-kata.
“Pak Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif yang super keren. Atas nama pribadi, Pengurus Besar PGRI, PGRI Sulsel, kabupaten/kota, cabang, ranting, dan seluruh anggota PGRI se-Sulsel, kami menghaturkan apresiasi dan terima kasih mendalam yang tak terkatakan atas sukses gelar akbar Porsenijar PGRI Sulsel. Speechless. Sehat selalu Pak. Maju terus Pak Bupati. Kami bangga dengan Bapak,” tulis Prof. Unifah, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, keberhasilan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Sulawesi Selatan tidak lepas dari kepemimpinan Syaharuddin Alrif yang mampu membangun kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen pendidikan.
“Ya Allah… itu semua karena leadership Bapak. Saya kagum dan tersentuh. Bapak sehat ya, untuk Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan,” ungkapnya.
Kesan mendalam juga dirasakan saat menyaksikan langsung suasana pembukaan Porsenijar. Prof. Unifah mengaku terhibur melihat sosok Bupati Sidrap yang tampil membaur bersama masyarakat dan para guru.
Ia menyebut Syaharuddin Alrif sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memiliki semangat kekinian.
“Keren banget. Ternyata Bapak Bupatinya begitu dekat dengan masyarakat dan kekinian. Bukan hanya happy dan bangga, tapi juga terhibur,” katanya.
Momen yang paling menyita perhatian adalah saat seluruh kepala daerah melakukan defile mendampingi kontingen guru PGRI masing-masing.
Sebagai tuan rumah, Bupati Syaharuddin Alrif bersama Ketua TP PKK Sidrap dan Wakil Bupati tampil penuh semangat, menari lincah bersama peserta sehingga memeriahkan suasana Stadion Ganggawa.
Bagi Prof. Unifah, kemeriahan Porsenijar tidak hanya tampak di arena kegiatan, tetapi juga terasa di tengah masyarakat Sidrap. Ia mengaku terharu melihat rumah-rumah warga dan sekolah-sekolah dibuka untuk menerima peserta yang menginap selama kegiatan berlangsung.
“Rumah-rumah penduduk terbuka dan sekolah-sekolah menerima peserta yang menginap. Meriah sekali. Sinergi yang sangat kuat dan indah,” tuturnya.
Keakraban masyarakat Sidrap juga tercermin dari yel-yel khas daerah yang terus bergema sepanjang kegiatan. Sapaan “Saromase…” yang dijawab serempak dengan “Alako” menjadi daya tarik tersendiri dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu yang hadir.
Di akhir pesannya, Prof. Unifah mengaku pulang ke Jakarta bukan hanya membawa oleh-oleh khas Sidrap berupa telur asin, tetapi juga membawa inspirasi tentang kepemimpinan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Bumi Nene Mallomo.
“Saya sudah sampai rumah membawa kenangan indah. Bukan hanya telur asin yang saya bawa, tapi spirit dan gerak langkah pemimpin yang luar biasa. Keren. Alhamdulillah,” pungkasnya.
Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 pun menjadi ajang yang tidak hanya mempererat silaturahmi insan pendidikan, tetapi juga memperkenalkan wajah Sidrap sebagai daerah yang ramah, kompak, penuh semangat kebersamaan, serta mampu menjadi tuan rumah bagi kegiatan berskala besar dengan pelayanan yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PGRI. (Wan)

