SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 29 desa di Kabupaten Soppeng yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada 12 Desember 2026 belum dipastikan digelar tahun ini, dinamika politik di tingkat desa mulai menghangat.
Salah satunya terjadi di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Desa yang dikenal sebagai desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Soppeng, dengan lebih dari 5.000 jiwa, kini mulai ramai diperbincangkan menyusul munculnya sejumlah nama yang dinilai berpeluang maju sebagai calon kepala desa.
Kemungkinan penundaan Pilkades disebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, antusiasme masyarakat tidak surut.
Berdasarkan penelusuran UJUNGJARI.COM dan perbincangan di tengah warga, sedikitnya enam figur mulai mencuat sebagai bakal calon Kepala Desa Baringeng.
Adapun nama-nama yang kerap disebut masyarakat yakni:
1. Andi Aris – Kepala Desa Baringeng petahana.
2. Arafah – Pensiunan.
3. H. Agus – Pensiunan sekaligus pengusaha
4. Edy – Anggota BPD Desa Baringeng.
5. Sakti
6. Rully
“Nama-nama ini sudah sering disebut warga. Mereka merupakan figur yang kesehariannya dekat dengan masyarakat Baringeng,” ujar salah seorang warga.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Soppeng belum menetapkan jadwal pasti pelaksanaan Pilkades serentak.
Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, penundaan dimungkinkan apabila terdapat kendala, termasuk keterbatasan anggaran.
Jika hal tersebut terjadi, pemerintah daerah dapat menunjuk aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala desa hingga kepala desa definitif terpilih.
Meski demikian, kemunculan sejumlah nama calon jauh sebelum tahapan resmi dimulai menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pesta demokrasi di tingkat desa.
Status Desa Baringeng sebagai desa terbesar di Kabupaten Soppeng juga menjadikan kontestasi ini diprediksi akan menyita perhatian publik.
Warga berharap, siapa pun yang nantinya maju dan terpilih sebagai Kepala Desa Baringeng mampu menghadirkan kepemimpinan yang membawa kemajuan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kualitas pelayanan publik. (Daus)

