MAKASSAR,UJUNGJARI.COM – Komisi B DPRD Kota Makassar mengapresiasi langkah cepat jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Makassar dalam memperkuat pelayanan air bersih melalui pengoperasian Intake Manggala.

Apresiasi tersebut disampaikan usai meninjau langsung lokasi intake untuk memastikan peningkatan pasokan air baku benar-benar berdampak terhadap distribusi air bersih kepada masyarakat, khususnya di wilayah utara Kota Makassar, Senin, (06/07).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi B DPRD Makassar H Ismail, bersama sejumlah anggota Komisi B, jajaran direksi dan pejabat struktural Perumda Air Minum Kota Makassar.

Ismail mengatakan pihaknya sengaja turun langsung ke Intake Manggala untuk melihat kondisi pompa sekaligus memastikan peningkatan suplai air ke wilayah utara kota benar-benar telah berjalan.

“Kami bersama teman-teman Komisi B turun ke Intake Manggala untuk memastikan penyaluran air bersih ke wilayah utara kota sudah mulai berjalan. Pekerjaan ini sudah berlangsung kurang lebih dua tahun dan Alhamdulillah hari ini kita melihat pompa sudah berfungsi dan penyaluran air bersih mulai terlaksana,” ujarnya.

Legislator Golkar ini menambahkan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan. Jika sebelumnya pasokan ke wilayah utara hanya sekitar 100 liter per detik, kini meningkat menjadi sekitar 300 liter per detik atau bertambah sekitar 200 liter per detik.

“Kami melihat langsung ada peningkatan debit air. Artinya suplai air bersih ke wilayah utara kota mulai membaik. Tinggal kita memantau sampai sejauh mana jangkauan distribusinya kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan, persoalan kekurangan air bersih di kawasan utara Makassar telah menjadi aspirasi masyarakat selama bertahun-tahun. Karena itu, Komisi B terus mengawal penyelesaiannya bersama Pemerintah Kota Makassar dan Perumda Air Minum.

“Kurang lebih dua tahun kami terus menyuarakan aspirasi masyarakat kepada Bapak Wali Kota. Alhamdulillah dengan perhatian pemerintah kota, hari ini kita mulai melihat hasilnya,” ucapnya.

Selain itu, Ketua Komisi B tersebut meminta Perumda Air Minum tidak berhenti pada pengoperasian Intake Manggala. Ia menegaskan peningkatan kapasitas produksi harus diikuti pemerataan distribusi sehingga seluruh pelanggan dapat merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menjelaskan perusahaan telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk memperkuat pelayanan air bersih di wilayah utara kota.

“Kami memiliki tiga solusi untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di wilayah utara. Pertama, pompa Intake Manggala harus dioptimalkan agar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Langkah kedua adalah melakukan pengerukan saluran air baku sepanjang sekitar tujuh kilometer dari kawasan Intake Manggala menuju IPA Panaikang. Pengerukan dilakukan karena sedimentasi yang menumpuk selama puluhan tahun menyebabkan kapasitas saluran terus menurun.

Adapun solusi ketiga ialah membangun koneksi jaringan perpipaan dari Macini Sombala menuju Gatot Subroto yang selanjutnya akan disalurkan ke wilayah utara Kota Makassar.

“Nanti akan kami atur distribusinya dari Gatot Subroto sehingga suplai ke wilayah utara bisa lebih maksimal. Setelah itu kami bersama Komisi B akan kembali turun melihat wilayah mana saja yang masih belum terjangkau,” katanya. (bs)