GOWA, UJUNGJARI.COM — Tahun ini, event Beautiful Malino (BM) ditunda digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Padahal sedianya, event pariwisata bergengsi dan sudah masuk dalam kalender destinasi wisata nasional atau KEN (Karisma Event Nusantara) ini dan sudah protap diselenggarakan Pemkab Gowa pada setiap pertengahan Juli dengan menggandeng masa weekend yakni Jumat, Sabtu, Minggu.
Tahun awal kepemimpinan Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin pada 2025, event ini terlaksana dengan baik bahkan digelar lima hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan kini di tahun kedua kepemimpinan Bupati Gowa Husniah Talenrang, BM tidak dilaksanakan. Banyak spekulasi simpulan yang beredar di luar. Ada yang mengatakan, BM batal dilaksanakan karena gejolak politik di Gowa lagi tinggi setelah viralnya Pansus Hak Angket DPRD Gowa. Namun ada juga seliweran anggapan bahwa BM tidak dilaksanakan tahun ini karena kondisi infrastruktur jalan menuju kota Malino belum optimal.

Berbagai spekulasi semakin ramai di platform media sosial bahkan grup-grup WhatsApp setelah Pemkab Gowa melalui Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter selaku Ketua Panitia Pelaksana BM 2026 mengeluarkan surat pemberitahuan resmi tentang penundaan BM 2026.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Pemkab Gowa Nomor: 500.13.2.5/974/Disparbud tanggal 7 Juli 2026 tersebut, menyebutkan bahwa pelaksanaan Beautiful Malino 2026 sesuai jadwal pelaksanaan event BM tahun 2026 yang sebelumnya direncanakan dalam proposal Karisma Event Nusantara (KEN) pada16-18 Juli 2026, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan dengan alasan perbaikan infrastruktur menuju lokasi acara masih dalam pengerjaan.
Merujuk surat pemberitahuan diatas kata Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Ary Mahdy Aspari melalui Kabid Pemasaran Muh Yusri Yusuf yang dikonfirmasi ujungjari.com pada Rabu (8/7) siang sekira pukul 12.33 Wita mengatakan, pelaksanaan event BM 2026 memang ditunda dulu. Alasannya karena kondisi jalanan menuju kota Malino masih dalam pengerjaan. Tentunya akan membuat pengunjung tidak nyaman dalam perjalanan.
“Dengan segala kerendahan hati kami atas nama Pemkab Gowa memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang sudah merencanakan lebih awal untuk menikmati event BM ini. Mohon maaf karena gangguan pengerjaan infrastruktur sehingga BM kami tunda pelaksanaannya, ” sebut Yusri.
Yusri menjelaskan untuk penundaan BM ini bukan hanya faktor karena akses jalan masih dalam pengerjaan dan butuh waktu yang lebih lama untuk sampai ke Malino saat kondisi itu. Tapi juga karena pihak EO (event organizier) belum siap disebabkan beberapa hal.
“Takutnya nanti karena faktor perbaikan jalanan ini sehingga target pengunjung tidak tercapai. Dan karena pihak EO juga belum siap sebab ada beberapa hal,” jelas Yusri.
Sementara terkait imbauan kepada para pelaku usaha atau UMKM akibat penundaan BM ini, menurut Yusri, imbauannya telah disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana BM 2026 Andy Azis Peter yang juga adalah Sekretaris Kabupaten Gowa.
“Iya untuk imbauan kepada pelaku usaha atau UMKM, telah disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani oleh ketua panitia yakni bapak Sekkab Gowa. Kami juga sudah melakukan persuratan ke Kementerian Pariwisata terkait penundaan BM ini, ” kata Yusri.
Seperti diketahui, awal diselenggarakan BM pada Juli 2017, kemudian tahun 2018, event BM ini sukses dihelat dan menyedot puluhan ribu pengunjung. Event ini lalu berhenti pada 2019, 2020, 2021 karena pandemi covid. Kemudian event kembali digelar pada 2022, 2023, lalu 2024 dan 2025. Khusus tahun 2025, BM dihelat selama lima hari sementara sebelumnya hanya tiga hari.
Peningkatan pelaksanaan BM itu menjadi lima hari atas kebijakan Bupati Gowa Husniah Talenrang yang mulai memimpin pemerintahan 2025 pasca memenangkan Pilkada Gowa pada 2024. Namun status BM pada 2025 itu, tidak masuk dalam KEN. Sekarang BM 2026 masuk dalam kalender KEN 2026, sayangnya event ini batal digelar dengan alasan ditunda karena ketidak siapan infrastruktur dan EO. –

