MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Dugaan penyalahgunaan barcode dalam penyaluran BBM subsidi kembali mencuat. Seorang warga, H. Kurdas, mengaku menjadi korban setelah jatah pembelian solar subsidi miliknya sebanyak 60 liter diduga diambil oleh oknum operator SPBU menggunakan barcode miliknya tanpa izin.
Peristiwa itu diketahui saat H. Kurdas hendak mengisi solar untuk kendaraannya di salah satu SPBU pada Minggu (12/7). Namun, operator SPBU menyampaikan bahwa kuota solar subsidi miliknya telah habis digunakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merasa tidak pernah melakukan pengisian dalam beberapa hari terakhir, H. Kurdas mengaku terkejut dan langsung mencurigai adanya penyalahgunaan barcode.
“Saya kaget, kenapa jatah solar saya langsung habis, padahal beberapa hari ini saya tidak mengisi. Saya curiga operator SPBU yang mencuri. Saya heran, kenapa bisa jatah saya 60 liter untuk hari ini langsung habis,” ujarnya.
Untuk memastikan penyebabnya, H. Kurdas kemudian melakukan pengecekan terhadap riwayat transaksi barcode BBM subsidi miliknya. Hasilnya, tercatat telah terjadi transaksi pengambilan solar subsidi sebanyak 60 liter tanpa sepengetahuan dirinya.
“Setelah saya cek, ternyata benar ada yang mengambil solar 60 liter secara diam-diam menggunakan barcode saya. Di riwayat transaksi terlihat pengambilan itu dilakukan di SPBU nomor 7491509,” ungkapnya.
Ia menegaskan, saat transaksi tersebut terjadi dirinya sama sekali tidak berada di SPBU dimaksud dan tidak pernah melakukan pengisian solar.
Akibat dugaan penyalahgunaan barcode tersebut, H. Kurdas tidak dapat memperoleh solar subsidi yang menjadi haknya pada hari itu. Ia pun meminta pihak pengelola SPBU dan instansi terkait segera menelusuri riwayat transaksi serta mengusut siapa yang menggunakan barcode miliknya.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka kejadian itu sangat merugikan konsumen karena kuota BBM subsidi dapat habis tanpa diketahui pemilik barcode.
Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan sistem barcode dalam distribusi BBM subsidi.
Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa riwayat penggunaan barcode dan segera melapor apabila menemukan transaksi yang tidak pernah dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU nomor 7491509 terkait dugaan penyalahgunaan barcode tersebut.
Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak SPBU dan instansi terkait untuk memperoleh penjelasan. (drw)

