UJUNGJARI.COM — Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina menyuguhkan drama luar biasa pada penghujung waktu normal.
Dalam tiga menit terakhir, publik disuguhi gol yang dianulir VAR, kartu merah, hingga penyelamatan gemilang Emiliano Martinez yang membuat laga tetap berakhir tanpa gol sebelum memasuki babak tambahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Spanyol yang tampil dominan sepanjang pertandingan sempat mengira berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-96.
Berawal dari bola liar di dalam kotak penalti Argentina, Nico Williams dengan sigap menyambar bola dan menggetarkan gawang Emiliano Martinez.
Namun kegembiraan skuad La Roja hanya berlangsung sesaat. Wasit kemudian meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) dan memutuskan menganulir gol tersebut.
Hasil peninjauan menunjukkan Mikel Merino melakukan pelanggaran terhadap Leandro Paredes dalam proses terciptanya gol. Merino dinilai menginjak kaki Paredes sebelum bola jatuh ke kaki Nico Williams, sehingga gol dinyatakan tidak sah.
Keputusan itu kembali memicu perdebatan terkait penggunaan VAR yang beberapa kali menjadi sorotan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Situasi semakin memanas beberapa saat kemudian. Gelandang Argentina, Enzo Fernandez, menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Pau Cubarsi. Wasit pun mengeluarkan kartu merah, memaksa Argentina melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain hingga babak tambahan.
Meski kalah jumlah pemain, Argentina tetap mampu bertahan berkat penampilan luar biasa Emiliano Martinez. Pada menit ke-98, kiper Aston Villa tersebut kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis tendangan bebas Lamine Yamal yang mengarah ke gawang.
Penyelamatan itu menjadi penyelamatan ke-10 Martinez sepanjang pertandingan, sekaligus mencatatkan rekor sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu final Piala Dunia.
Sepanjang 90 menit waktu normal, Spanyol tampil sangat dominan. Tim asuhan Luis de la Fuente mencatatkan 15 tembakan, sedangkan Argentina gagal melepaskan satu pun percobaan ke arah gawang.
La Roja juga menguasai permainan melalui hampir 600 operan, sementara Argentina bahkan tidak mencapai 300 operan. Meski unggul dalam hampir seluruh aspek statistik, Spanyol tetap gagal mencetak gol hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak perpanjangan waktu, tekanan Spanyol terus berlanjut. Martinez kembali menjadi penyelamat dengan menggagalkan peluang Mikel Oyarzabal, meninju umpan silang berbahaya Pedri yang mengarah kepada Nico Williams, serta menepis tembakan jarak jauh Mikel Merino.
Berkat penampilan heroik sang penjaga gawang, Argentina yang bermain dengan 10 orang mampu mempertahankan skor tetap 0-0 hingga babak tambahan berlangsung, sementara Spanyol terus berupaya mencari gol kemenangan dalam laga final yang berlangsung penuh tensi dan drama. (int/drw)

