UJUNGJARI.COM — Timnas Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WITA.
Gol semata wayang La Roja lahir pada menit ke-106 melalui Ferran Torres. Penyerang Barcelona itu sukses memanfaatkan umpan Nico Williams sebelum melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekalahan ini sekaligus menggagalkan ambisi Albiceleste mencatatkan gelar juara Piala Dunia secara beruntun setelah sebelumnya menjadi kampiun di Qatar 2022.
Sepanjang pertandingan, Argentina tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Pasukan Lionel Scaloni lebih banyak berada di bawah tekanan permainan kolektif Spanyol yang tampil dominan sejak menit awal. Situasi semakin sulit setelah Enzo Fernandez mendapat kartu merah sehingga Argentina harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.
Secara statistik, Spanyol benar-benar menguasai jalannya pertandingan. La Roja mencatatkan penguasaan bola hingga 68 persen, sedangkan Argentina hanya mampu menguasai bola 32 persen.
Di sektor serangan, duet Lionel Messi dan Julian Alvarez dibuat tak berkutik. Argentina hanya menghasilkan tiga percobaan tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang. Sebaliknya, Spanyol melepaskan 20 tembakan dengan 11 di antaranya tepat sasaran, termasuk gol kemenangan Ferran Torres.
Data Opta bahkan mencatat rekor yang tidak diinginkan Argentina. Albiceleste menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit waktu normal.
Dominasi Spanyol juga terlihat dari distribusi bola. Tim asuhan Luis de la Fuente membukukan 803 operan dengan akurasi mencapai 90 persen. Argentina hanya mampu membuat 445 operan dengan tingkat akurasi 78 persen.
La Roja juga unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan sembilan kali berbanding empat milik Argentina. Sementara itu, para pemain Argentina harus melakukan 24 pelanggaran untuk menghentikan permainan cepat lawannya, sedangkan Spanyol mencatatkan 21 pelanggaran.
Di sisi lain, Lionel Messi gagal memberikan pengaruh besar pada laga final tersebut. Bermain penuh selama lebih dari 120 menit, kapten Argentina itu hanya mencatatkan 54 sentuhan bola.
Pergerakan Messi berhasil diredam rapat oleh duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi, yang mendapat bantuan Rodri dalam menjaga lini tengah. Akibatnya, peraih delapan Ballon d’Or tersebut kesulitan menemukan ruang untuk menciptakan peluang.
Sepanjang pertandingan, Messi tidak mampu melepaskan tembakan tepat sasaran maupun menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Satu-satunya percobaan yang ia lakukan berakhir dengan blok pemain Spanyol.
Meski demikian, Messi masih mencatatkan akurasi umpan sebesar 77 persen. Ia juga mengirimkan tujuh umpan ke area pertahanan Spanyol serta dua kali mengeksekusi tendangan sudut. Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Argentina dari kekalahan sekaligus mengakhiri harapan mempertahankan mahkota juara dunia. (int/drw)

