UJUNGJARI.COM–Langkah kaki Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyusuri deretan tanah berdebu di Desa Libukan Mandiri, Selasa (25/8/2026). Di sepanjang Jalan Poros Mahalona Raya itu, keluhan warga bukan lagi rahasia. Debu tebal yang melayang setiap kali roda kendaraan melintas telah menjadi makanan sehari-hari, sekaligus penghambat utama urat nadi perekonomian lokal.
Didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Luwu Timur, Hendro Prabowo, Bupati Irwan turun langsung melihat kondisi lapangan. Peninjauan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sinyal tegas bahwa pemerintah daerah ingin mengakhiri kepungan debu dan jalan rusak yang membelenggu mobilitas warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini harus segera ditindaklanjuti. Kita tidak ingin masyarakat Mahalona Raya terus kesusahan karena kondisi jalan, terutama persoalan debu yang tebal, aktivitas perekonomian, dan akses mobilitas lainnya,” tegas Irwan di sela-sela peninjauannya.
Harapan baru itu kini disandarkan pada pemerintah pusat. Sebagai langkah konkret, Pemkab Luwu Timur telah menyodorkan usulan pembangunan jalan beton lewat program Inpres Jalan Daerah (IJD). Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp49 miliar diusulkan untuk membentangkan beton sepanjang 7,25 kilometer dengan lebar 6 meter, mengular dari ujung beton Tole, menembus Gerbang Besar Mahalona, hingga mengarah ke Kalosi.
Pihak Dinas PUPR pun kini menanti lampu hijau dari pusat. Menurut Hendro Prabowo, berkas usulan sudah di tangan pemerintah pusat dan tengah memasuki tahap kajian.
“Semoga ini berjalan lancar dan cepat dikerjakan oleh pemerintah pusat,” ungkap Hendro penuh harap, membayangkan akses beton yang kelak menggantikan jalur berdebu tersebut.
Bagi masyarakat Mahalona Raya, terealisasinya proyek ini pada tahun ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan jalan keluar dari keterisolasian ekonomi. Mengawal usulan ini hingga tuntas menjadi komitmen Pemkab Luwu Timur demi menghadirkan senyum dan mobilitas yang lebih layak bagi warganya.

