MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai merealisasikan program pengelolaan sumber daya air (PSDA) dan drainase sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pekerjaan berada di Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, khususnya di wilayah RW 04. Perbaikan drainase tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran air sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir saat curah hujan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RW 04 Kelurahan Kunjung Mae, Muhammad Thohad, mengatakan pekerjaan drainase saat ini telah mulai berjalan di sejumlah titik yang dianggap membutuhkan pembenahan.

“Ini dimulai dari pertigaan Jalan Cendrawasih–Jalan Kasuari sepanjang 180 meter, dengan dimensi saluran 1 meter x 1 meter yang terbuat dari precast,” ujar Muhammad Thohad.

Selain itu, pekerjaan juga mencakup kawasan di sekitar Masjid Nurul Qalbi dengan panjang saluran sekitar 140 meter. Di lokasi tersebut, terdapat dua ukuran saluran precast, yakni 60 cm x 60 cm sebagai saluran utama dan 40 cm x 40 cm.

Menurut Thohad, pembangunan tersebut dilaksanakan berdasarkan anggaran yang telah disetujui untuk tahun ini.

“Ini sesuai dengan anggaran yang disetujui. Mudah-mudahan tahun depan anggarannya bisa lebih besar sehingga pekerjaan drainase di wilayah kami dapat dilanjutkan,” harapnya.

Ia menilai keberadaan drainase yang memadai sangat penting bagi masyarakat Kunjung Mae, terutama dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi meningkatkan debit air di sejumlah saluran.

SPPG Mariso Siap Berkoordinasi

Sementara itu, keberadaan SPPG Mariso yang lokasinya berdekatan dengan area pekerjaan turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pihak SPPG Mariso sebelumnya telah bertemu dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, termasuk RT dan RW, terkait pekerjaan drainase yang sedang berlangsung.

Asisten Lapangan SPPG Mariso, Aditya Fahreza, mengatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan tim untuk menjaga kebersihan saluran setelah pekerjaan selesai.

“Kami akan koordinasikan dengan tim kami untuk ke depannya mengenai pemeliharaan kebersihan saluran yang sementara dikerjakan ini,” kata Aditya.

Koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak yang berada di sekitar lokasi dinilai penting agar pembangunan drainase tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga dapat dipelihara secara bersama-sama.

Dengan adanya pembenahan drainase tersebut, masyarakat berharap persoalan genangan dan potensi banjir di wilayah Kunjung Mae, khususnya RW 04, dapat diminimalkan saat musim penghujan. (**)