MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Bursa Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 mulai menghangat dengan munculnya figur potensial dari internal kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Pd., secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju bertarung dalam kontestasi kepemimpinan tertinggi di universitas berjuluk Kampus Oranye tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesiapan ini disampaikan Prof Andi Aslinda setelah panitia pemilihan Rektor UNM mengumumkan jadwal dan tahapan pemilihan rektor.
Berbekal pengalamannya di jajaran pimpinan universitas, ia mengusung visi besar untuk membawa UNM semakin adaptif, berdaya saing global, serta mempertahankan tradisi keunggulan akademik di era transformasi pendidikan tinggi.
”Sebagai bagian dari civitas akademika yang telah lama mendedikasikan diri di UNM, saya merasa memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta membawa UNM melompat lebih tinggi lagi ke depan,” ujar Prof Aslinda.
Selama menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Aslinda dikenal aktif mengawal penyesuaian kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran transformatif, penguatan akreditasi nasional maupun internasional program studi, serta digitalisasi sistem akademik.
Rekam jejak kepemimpinan birokratis yang matang ini dinilai menjadi modal kuat untuk mendapatkan dukungan luas dari senat universitas dan civitas akademika.
Sejumlah kalangan akademisi dan mahasiswa menyambut positif kemunculan Prof Andi Aslinda sebagai salah satu bakal calon rektor. Kehadirannya dinilai tidak hanya memperkaya bursa pencalonan, tetapi juga menjadi representasi kepemimpinan visioner yang siap membawa UNM menghadapi tantangan global di masa depan.
Sebelumnya Ketua Panitia Pemilihan, Prof Dr Andi Muhammad Idkhan mengatakan pendaftaran bakal calon rektor akan berlangsung 21 September hingga 9 Oktober 2026. Saat ini panitia pemilihan melakukan sosialisasi tahapan keliling fakultas dan perwakilan kampus UNM di Parepare dan Kabupaten Bone.

