MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memastikan Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Makassar Jazz Festival 2026.

Hal itu disampaikan Appi saat menghadiri kegiatan Sunset Sailing dalam rangka launching Makassar Jazz Festival 2026 di Anjungan Pantai Losari, Jumat (11/9/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Appi mengatakan, penyelenggaraan Makassar Jazz Festival memiliki nilai penting bagi perkembangan ekosistem musik sekaligus memperkuat identitas Kota Makassar sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.

Menurutnya, Makassar Jazz Festival bukan sekadar pertunjukan musik. Event tersebut telah dibangun oleh Yosi dan komunitasnya selama kurang lebih 16 tahun sehingga memiliki sejarah dan karakter tersendiri yang patut dipertahankan.

“Kick-off yang kita laksanakan dalam rangka kegiatan Makassar Jazz Festival, event ini harusnya menjadi salah satu ikon event yang ada di Kota Makassar terlewat begitu saja,” kata Appi.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar, kata dia, memastikan festival tersebut mendapatkan dukungan yang memadai agar dapat kembali berkembang dan memiliki skala penyelenggaraan yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

“Maka dari itu, saya memastikan bahwa event ini akan tersupport dengan baik oleh Pemerintah Kota dan kami berharap event ini akan semakin besar,” ujarnya.

Ia menilai, hampir setiap kota besar di Indonesia memiliki ikon musik jazz masing-masing. Menurutnya, jazz memiliki karakter dan segmentasi tersendiri yang membuatnya berbeda dengan berbagai festival musik lainnya.

“Karena ini berbeda, punya segmentasi tersendiri yang agak berbeda dari event-event musik lainnya,” jelasnya.

Ia berharap Kota Makassar juga memiliki daya tarik baru melalui pengembangan kegiatan kreatif, khususnya festival musik jazz yang dapat menjadi bagian dari agenda budaya dan pariwisata kota.

“Makanya saya berharap Kota Makassar juga punya salah satu daya tarik lagi melalui kegiatan kreatif, yaitu dengan hadirnya kita bersama-sama di festival musik jazz Kota Makassar,” tutur Appi.

Lebih jauh, Appi bahkan membuka peluang untuk menghadirkan kembali identitas Ujung Pandang Jazz Festival pada masa mendatang sebagai bentuk penyegaran konsep sekaligus pembeda dari festival jazz yang telah ada.

Dia menyebut gagasan tersebut masih menjadi bagian dari diskusi untuk mencari konsep yang lebih kuat dan khas Makassar.

Selain jazz, Appi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong pertumbuhan industri musik secara inklusif.

Ia ingin berbagai komunitas dan pelaku musik dari beragam genre memiliki ruang yang sama untuk berkembang dan menggelar kegiatan di Kota Makassar.

“Kita berharap industri musik di Makassar ini bisa terus tumbuh secara inklusif,” harapnya.

“Jadi semuanya bisa hadir dengan berbagai macam warna, genre, dan sebagainya, bisa melaksanakan kegiatan yang bisa menghadirkan kegiatan ini di Kota Makassar,” lanjut Appi.

Menurut Appi, Makassar Jazz Festival juga menjadi bagian dari rangkaian agenda besar musik yang akan berlangsung di Kota Makassar.

Rangkaian tersebut akan dilanjutkan dengan Konferensi Musik Indonesia dan kemudian Rock in Celebes, sehingga September hingga November 2026 akan menjadi periode yang semarak dengan berbagai kegiatan musik dan kreativitas.

“Jadi dimulai dengan jazz duluan, Makassar Jazz, lalu masuk Konferensi Musik Indonesianya, baru ke Rock in Celebes,” ujarnya.

Ia optimistis Makassar Jazz Festival 2026 dapat menjadi salah satu ikon baru yang memperkaya pilihan destinasi dan agenda kreatif di Kota Makassar.

“Insya Allah di tahun 2026 ini kita menghidupkan bersama-sama dan akan menjadi salah satu ikon baru dalam tujuan destinasi di Kota Makassar,” pungkas Appi. (rhm)