MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Di tengah dinamika bursa pemilihan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan yang diwarnai narasi konsolidasi konseptual, langkah taktis justru ditunjukkan oleh Haji Badris Salam. Di waktu yang berdekatan, figur kuat bursa ketua REI Sulsel ini menggelar pertemuan strategis dan kerja sama produktif dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa, Aksara Alif Raja, S.E., S.H., M.Adm.SDA., QRMP.

Pertemuan antara Haji Badris Salam dan Aksara Alif Raja yang berlangsung di salah satu cafe di kawasan Panakukang Makassar ini menegaskan bahwa pendekatan yang dibangun oleh kubu Badris bukanlah sekadar wacana atau pencitraan sesaat, melainkan kesinambungan komunikasi kelembagaan yang konkret, solutif, dan berdampak langsung pada kelancaran investasi perumahan di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Alif mengaku, Haji Badris Salam bukan orang yang baru dikenalnya, tapi jauh sebelum menjadi kakan di Gowa, dirinya sudah mengenal baik haji Badris.

Badris Salam menilai, urusan legalitas lahan dan pertanahan adalah fondasi vital yang harus diselesaikan lewat jalur koordinasi yang matang dan berkesinambungan—bukan sekadar dikapitalisasi menjadi retorika kampanye.

“Bagi kami, kolaborasi dengan BPN seperti yang terus kami jalankan bersama Bapak Alif Raja di Gowa adalah kerja harian yang substansial. Developer butuh kepastian hukum yang cepat, efisien, dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit,” tegas Badris Salam.

Sebagai praktisi bisnis dan pimpinan korporasi yang sarat pengalaman, Badris memandang bahwa tantangan pengembang anggota REI hari ini jauh lebih luas dari sekadar perizinan. Oleh karena itu, kepemimpinan REI Sulsel ke depan harus digerakkan oleh figur problem solver yang mampu mengintegrasikan kepastian legalitas pertanahan dengan penguatan rantai pasok material serta efisiensi biaya proyek secara menyeluruh.

“Anggota REI butuh pemimpin yang hadir dengan solusi bisnis yang nyata, memiliki jejaring ekosistem yang mapan, dan mampu mengeksekusi kebijakan yang meringankan beban operasional di lapangan. Inilah komitmen yang kami bawa untuk membawa REI Sulsel lebih mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya. (bs)