GOWA, UJUNGJARI.COM — Karena mulai gerah dengan kondisi dimana tidak ada pengangkutan sampah yang sudah berjalan tujuh hari, akhirnya warga Jalan Basoi Dg Bunga memperlihatkan kekecewaannya atas ‘diam’nya Pemerintah Kabupaten Gowa.
Rasa kecewa tersebut, dilampiaskan warga dengan menutup akses jalan yang tembus ke Jalan Mesjid Raya, Kelurahan Sungguminasa dan Jalan Sirajuddin Rani, Kelurahan Bonto-bontoa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya jalanan ditutupi dengan hamburan sampah kering dan sampah basah. Aksi warga ini berlangsung pada Selasa (22/9) malam.
Sampah ditumpuk dan disebar badan jalan. Akibatnya pengguna jalan yang hendak melintas di jalanan tersebut terpaksa balik arah. Mereka tidak bisa melintas.
Aksi ini sebagai bentuk protes lantaran sampah di kawasan itu disebut tidak kunjung diangkut dan sudah berhari-hari.
Aksi ini juga sempat mengundang keributan lantaran aksi warga ditegur aparat pemerintah setempat yang meminta agar jalan dibuka karena dibutuhkan banyak orang.
Lurah Bonto-bontoa Azis menyertai Camat Somba Opu Nuraeny Apriyani bersama anggota DPRD Gowa dari Komisi IV Asnawi akhirnya melakukan negosiasi dengan warga agar membuka jalan tersebut.
Setelah melakukan nego yang sedikit alot, warga akhirnya membuka blokade sampah di jalanan sehingga semua kendaraan bisa melintas dengan normal.
Blokade sampah ini diakui sebagai bentuk protes atas tidak adanya pengangkutan sampah dalam beberapa hari ini. Seorang warga setempat bernama Dg Gassing menyampaikan jika kondisi itu sejak pengangkutan tidak lagi berjalan seperti biasa.
“Sudah hampir satu minggu lebih. Tidak pernah diangkut. Warga mengeluh kenapa sampah terlalu banyak, padahal warga tidak terlalu membuat sampah dari dalam,” kata Dg Gassing.
Ia juga mengklaim sebagian tumpukan sampah berasal dari warga dari luar kawasan yang datang membuang sampah pada malam hari. Kondisi itu, kata dia, membuat lingkungan warga sekitar ikut terdampak bau dan kotor.
“Kebanyakan orang dari luar yang membuang sampahnya tengah malam. Kalau warga masyarakat di dalam membuang sampah sampai begini-begini, tidak mungkin,” kata Dg Gassing.
Dikatakannya, masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menangani kebersihan.
“Masyarakat sini mengeluh. Bau sampah, kotor sudah bercampur, ” kata Dg Gassing.
Sementara negoisasi berlangsung, anggota Komisi IV DPRD Gowa Asnawi meminta warga memberi kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan pengangkutan sampah. Ia menjanjikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti pada Rabu pagi.
“Insyaallah besok pagi diangkut. Kalau tidak diangkut, saya sebagai warga juga di sini dukung untuk tutup (jalan) pakai sampah,” tandas Asnawi.
Pernyataan Asnawi ditambah dengan komitmen Lurah Bonto-bontoa Azis bahwa sampah di Jalan Basoi Dg Bunga segera ditangani. Azis meyakinkan warga pengangkutan sampah segera dilakukan. Akhirnya warga pun bersama-sama menyingkirkan sampah di tengah jalan.
Namun warga mengultimatum pemerintah kelurahan agar sampah diangkut pada Rabu pagi besok. Jika ingkar maka warga akan melakukan aksi serupa dengan menutup akses jalan menggunakan tumpukan sampah lainnya. Akhirnya, kondisi berhasil dipulihkan. Arus lalu lintas kembali normal. –

