JAKARTA,UJUNGJARI.COM — Pemerintah Australia dan Indonesia resmi meluncurkan fase kedua program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Prospera) periode 2026–2035 guna memperdalam kerja sama serta mendorong kemakmuran ekonomi kedua negara.

Peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Australia, Senator the Hon Penny Wong, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, serta dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara dan lebih dari 100 pejabat senior kedua negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menegaskan bahwa peluncuran fase kedua ini merupakan komitmen jangka panjang Australia dalam mendukung ambisi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Fase berikutnya dari Prospera menegaskan kembali dukungan kami terhadap ambisi ekonomi Indonesia. Dengan total pendanaan sebesar 420 juta dolar Australia selama sepuluh tahun ke depan, program ini melanjutkan 30 tahun dukungan Australia terhadap pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Penny Wong.

Menanggapi hal tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut positif keberlanjutan kemitraan strategis ini dalam mendukung agenda prioritas nasional.

“Pemerintah Indonesia menyambut baik fase kedua Prospera dan keberlanjutan kerja sama dengan Australia di bidang kebijakan ekonomi. Kemitraan ini diharapkan dapat terus mendukung prioritas pembangunan dan tujuan ekonomi Indonesia,” kata Airlangga Hartarto.

Program Prospera menghubungkan lebih dari 30 lembaga pemerintah dari kedua negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama satu dekade ke depan, fokus Prospera mencakup penguatan ketahanan ekonomi bilateral, perumusan kebijakan strategis, percepatan proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), serta perluasan peluang ekonomi bagi perempuan dan penyandang disabilitas.