MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 664 pebulutangkis yang berasal dari sejumlah daerah di Sulsel ikut memeriahkan tanding skill dan strategi juara di Open Tournament TSM Cup 2026 yang mulai dibuka pada Sabtu (24/10) sore di GOR Poltekkes Makassar.

Dari 664 pebulutangkis ini menjadi 332 pasangan tanding di lima kelas yang dibuka dalam kejuaraan terbuka yang dihelat TSM bekerjasama PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Provinsi Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

332 pasang pemain ini menyebar di lima kelas tanding yakni C Under 67 pasang, D Non 128 pasang, Putri D 64 pasang, Mix
Dewasa 50 pasang dan Ganda Putra Binaan Remaja 23 pasang.

Syaiful Bachri dan Herman Sayuti. (foto/sar)

Di sela tanding pada open ceremony kejuaraan ini menurut Ketua Panitia Pelaksana Syaiful Bachri, sangat banyak peminat. Dikatakannya, yang mendaftar melebihi dari kuota yang ditetapkan.

“Pendaftar TSM Cup ini cukup banyak. Terpaksa mereka hanya masuk waiting list saja sebab kuota kami hanya 320. Tapi karena membludak maka kita tambah 12 pasang lagi sehingga menjadi 332 pasang. Banyak juga yang tidak lolos dari verifikasi dan refere panitia, sehingga kesempatan bagi pendaftar yang masuk waiting list satu persatu masuk. Dari 320 kuota awal akhirnya kita tambah sehingga menjadi 332 pasang dan secara total mencapai 664 orang pebulutangkis dari berbagai usia baik remaja maupun dewasa, lakilaki maupun perempuan, ” jelas Syaiful Bachri.

Pada kejuaran terbuka ini panitia menggunakan empat lapangan dan mendapat dukungan fasilitas dari PBSI Makassar juga PSMTI selaku sponsor utama dan sponsor lainnya.

Para peserta yang akan tanding selama lima hari ke depan ini berupaya tampil maksimal. Selain karena mengejar prestasi juara juga karena hadiah yang disiapkan panitia pelaksana dinilai sangat fantastis untuk ukuran turnamen bulutangkis kategori amatir atau pemula.

“Alhamdulillah hadiah yang kami siapkan untuk para pemenang di setiap kelas tanding sangatlah besar. Dan ini terbesar untuk ukuran kejuaraan terbuka di Makassar saat ini. Untuk juara di kelas C Under itu Rp15 juta, D Non Rp12 juta, Putri D Rp8 juta, untuk Mix Dewasa dan Ganda Putra Binaan masing-masing Rp4 juta. Sangat fantastis. Selain nilai hadiah besar, kejuaraan yang dihelat Tri Star Mandiri (TSM) ini juga menyiapkan layanan asuransi bagi para pemain selama bertanding, ” jelas Syaiful Bachri.

Sementara itu Ketua PBSI Kota Makassar Herman Sayuti mengakui jika kejuaraan terbuka yang dilakukan TSM patut dicontoh.

“Open Tournament TSM Cup 2026 ini patut dicontoh setiap pelaksana turnamen. Kami jelas salut dan berupaya bisa menerapkan pola dukungan asuransi jiwa untuk para pemain selama bertanding. Dan di TSM ini juga mengikutkan kelas binaan. Ini jelas menunjukkan bahwa TSM ini sangat taat dan memenuhi syarat untuk melaksanakan open tournament dengan membuka kelas binaan. Ini adalah persyaratan bagi semua pelaksana turnamen dimana PBSI hanya mau mengeluarkan rekomendasi kegiatan terhadap pelaksana yang patuh pada aturan di PBSI, ” jelas Syaiful Bachri.

Di tempat yang sama PSMTI Sulsel yang diwakili oleh NG Abdul Hafid Wijaya selaku
Kabid Olahraga PSMTI Sulsel berharap turnamen terbuka yang digelar TSM bersama PSMTI ini kelak dapat dilaksanakan berkesinambungan.

“Ini pertamakali kami lakukan kolaborasi dengan TSM untuk bulutangkis ini karena kita belum pernah punya pengalaman di kejuaraan bulutangkis ini. Dan kami berharap kami (PSMTI) bisa mandiri juga melaksanakan turnamen olahraga nanti. Kalau sepakbola kami belum mau, karena sejauh ini belum ada sepakbola belum ada yang berprestasi sementara di cabor bulutangkis prestasi itu sangat melonjak, ” kata NG Abdul Hafid Wijaya.

Dikatakannya, PSMTI akan selalu eksis bukan hanya pada aspek sosial tapi juga keolahragaan.

“Untuk cabor yang berprestasi kita prioritas supaya kita berdayakan dan supaya ilmunya itu turun ke bibit-bibit yang baru ini. Untuk saat ini baru bulutangkis digandrungi apalagi owner TSM dan juga Ketua PSMTI itu hobi bulutangkis, ” terangnya.

Dijelaskannya lagi, untuk klasifikasi cabor yang dibina PSMTI baru sekitar empat cabor target PSMTI yakni karateka, binaraga atau angkat besi, karate dan panjat tebing

“Jadi kita bina yang berprestasi saja dulu, Kenapa? Karena mempertahankan prestasi itu sangat sulit. Banyak atlet bulutangkis atau cabor lainnya hengkang ke daerah lain demi mencapai titik perhatian. Kita mau prestasi itu tetap terjaga. Salah satu contoh cabor berprestasi adalah angkat berat. Padahal cabor ini sangat potensial tapi kurang perhatian. Makanya PSMTI muncul memberikan wadah supaya mereka bisa melihat hal apa yang dilakukan dalam suatu pembinaan, ” papar NG Abdul Hafid Wijaya.

Turut hadir dalam pembukaan TSM Cup 2026 yakni Owner PT Tri Star Mandiri (TSM) serta Ketua PSMTI Sulsel Thiawudy Wikarso, pengurus inti PBSI Makassar, Pimpinan Cabang Tri Star Mandiri Agus Rahmat serta jajaran pengurus inti PMSTI.-