MALILI,UJUNGJARI.COM — Suasana di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (27/10/2026), terasa hangat dan khidmat. Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika puluhan ibu-ibu berbusana seragam rapi berdiri berjajar. Hari itu, Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Luwu Timur periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua PW BKMT Sulawesi Selatan, Hj. Andi Rosnani Smith Pabola.

Di tengah barisan tersebut, dr. Ani Nurbani Irwan melangkah maju, menerima pin organisasi dan penyerahan surat keputusan. Kini, amanah kepemimpinan BKMT Luwu Timur resmi berada di pundaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, majelis taklim bukan sekadar wadah untuk berkumpul dan mengaji secara rutin. Di matanya, organisasi ini menyimpan potensi sosial yang amat besar karena strukturnya yang berakar kuat hingga ke pelosok desa dan dusun.

Dalam sambutannya, Irwan menitipkan harapan besar agar ibu-ibu pengurus BKMT tidak ragu untuk melangkah keluar dari ruang-ruang seremoni dan turun langsung menyapa warga.

“Saya mengajak BKMT, bersama para ibu camat dan kepala desa, untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Masih ada warga kita yang butuh bantuan rumah layak huni dan pertolongan sosial. Kepedulian itu harus hadir lewat tindakan nyata,” tutur Irwan penuh penekanan.

Ia juga mendorong agar potensi jaringan BKMT dapat berjalan sejajar dengan program-program keagamaan Pemkab, seperti gerakan Pejuang Subuh yang tengah digalakkan di Tanah Luwu Timur.

Pesan tersebut disambut hangat oleh sang Ketua PD BKMT yang baru. Bagi dr. Ani Nurbani, amanah baru ini membawa tanggung jawab moral yang kian menantang, terutama saat dihadapkan pada derasnya arus era digital.

Di tengah gempuran teknologi, dr. Ani memandang ketahanan keluarga sebagai benteng utama. Ia menyoroti fenomena maraknya kecanduan gawai, perangkap judi online, hingga gempuran konten negatif yang kian mengintai tumbuh kembang anak-anak di rumah.

“Di sinilah peran BKMT hadir sebagai benteng untuk menyelamatkan generasi kita. BKMT tidak boleh berhenti pada kegiatan keagamaan konvensional saja, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat edukasi dan literasi berbasis nilai-nilai syariah,” ujar dr. Ani.

Dukungan pun mengalir dari Ketua PW BKMT Sulsel, Hj. Andi Rosnani Smith Pabola, yang mengingatkan pentingnya menjaga niat dan keikhlasan dalam setiap jengkal pengabdian organisasi.

Acara yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Dr. Ramadhan Pirade, jajaran kepala OPD, pengurus FKUB, hingga organisasi perempuan se-Luwu Timur ini ditutup dengan ramah tamah. Dari aula tersebut, sebuah komitmen baru telah dipancangkan: membawa gema majelis taklim tak hanya merdu di dalam masjid, tetapi juga hadir menyejukkan kehidupan masyarakat di lorong-lorong desa.