MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Dewan Rakyat Antikorupsi melontarkan pernyataan sikap dan kritik keras terhadap

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Makassar. Kritik ini dilayangkan terkait lambannya penegakan hukum dan transparansi dalam penanganan dugaan kasus korupsi dana hibah senilai Rp15 miliar di Kota Makasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KONI Makassar, Zulkifli HIM mengataka penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Ismail yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kota Makassar sekaligus anggota DPRD Kota Makassar terkesan berjalan di tempat, lamban, dan tidak transparan hingga saat ini.

​”Kami mencermati dan mengkritisi bahwa penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi dana hibah KONI Kota Makassar senilai Rp15 miliar dengan terapor saudara Ismail, yang nota bene adalah Ketua KONI Kota Makassar sekaligus anggota DPRD Kota Makassar, hingga hari ini terkesan jalan di tempat, lamban, dan tidak transparan,” katanya.

​Pihaknya berharap agar proses penyelidikan dapat lebih ditingkatkan serta hasilnya dapat dibuka secara transparan kepada khalayak luas.

​Selain itu, Dewan Rakyat Antikorupsi juga mempertanyakan keseriusan dan kinerja Kejari Kota Makassar dalam menangani perkara ini.

Publik Kota Makassar disebut-sebut mulai mempertanyakan kelanjutan kasus yang melibatkan kerugian negara secara fantastis serta menyeret seorang pejabat publik yang memiliki kekuasaan strategis.

Seharusnya, kasus semacam ini menjadi atensi prioritas dan diusut secara ekstra ketat.

​”Oleh karena itu, kami dari Dewan Rakyat Antikorupsi terus mempertanyakan keberadaan ini. Kami sangat berharap bahwa proses ini berjalan, namun faktanya proses pemeriksaan yang berlarut-larut justru menimbulkan spekulasi di luar di masyarakat bahwa hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” pungkasnya.